Pentagon Jadi Klaster COVID-19

Jakarta, Akuratnews.com - Setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pejabat, dan staf Gedung Putih terinfeksi Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19, kini sejumlah Staf Gabungan termasuk Jenderal Mark Milley di Departemen Pertahanan AS Pentagon juga ikut terpapar.

Akibatnya, anggota Kepala Staf Gabungan dan Jenderal Mark Milley menjalankan karantina mandiri. Meski demikian, Pentagon memastikan hal itu tidak mengganggu operasional.

"Tidak ada perubahan pada kesiapan operasional atau kemampuan misi Angkatan Bersenjata AS," ucap Departemen Pertahanan, seperti dikutip dari AFP, Rabu (07/10/2020).

Mereka sebelumnya telah melakukan tes dan hasilnya negatif COVID-19. Akan tetapi mereka kembali diisolasi setelah melakukan kontak dengan wakil komandan Penjaga Pantai, Laksamana Charles Ray, yang dites positif COVID-19.

Seorang pejabat Pentagon mengungkapkan pertemuan tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat lainnya. Mereka adalah John Hyten, Wakil Ketua Gabungan, Laksamana Michael Gilday, Kepala Operasi Angkatan Laut.

Lalu, Jenderal James McConville, Kepala Staf Angkatan Darat, dan Jenderal Charles Brown, Kepala Staf Angkatan Udara, Jenderal Daniel Hokanson, Kepala Garda Nasional, Jenderal John Raymond, kepala Angkatan Luar Angkasa, serta Jenderal Paul Nakasone, Direktur Badan Keamanan Nasional dan kepala Komando Siber AS.

"Semua telah diuji tanpa hasil positif untuk dilaporkan dan tidak ada yang menunjukkan gejala apa pun," kata pejabat itu.

Sementara itu, Juru Bicara Pentagon Jonathan Hoffman mengatakan mereka yang melakukan kontak dengan Ray akan melakukan karantina mandiri.

"Kami sedang melakukan pelacakan kontak tambahan dan mengambil tindakan pencegahan yang sesuai untuk melindungi pasukan dan misi," kata Hoffman.

"Para pemimpin militer senior dapat tetap mampu menjalankan misi sepenuhnya dan menjalankan tugas mereka dari lokasi kerja alternatif."

Departemen Penjaga Perbatasan mengungkapkan Ray dinyatakan positif pada hari Senin setelah mengalami gejala ringan dan dikarantina di rumah.

Menteri Pertahanan Mark Esper sedang dalam perjalanan ke luar negeri minggu lalu dan tidak termasuk di antara pejabat Pentagon yang akan diisolasi.

Esper mengambil bagian dalam konferensi tentang masa depan Angkatan Laut AS pada hari Selasa namun tidak memberikan komentar tentang situasi karantina di Pentagon.

Para pejabat senior menilai belum ada peningkatan ancaman AS setelah Trump mengidap COVID-19. Tidak ada ancaman baru yang terdeteksi. Tetapi mantan pejabat AS mengatakan pemerintah perlu tetap waspada.

"Kami harus melihat apakah ada musuh global kami yang ingin mengambil keuntungan dari gangguan yang terjadi sekarang," kata John Brennan, yang menjabat sebagai direktur CIA pasa pemerintahan presiden Barack Obama, di radio NPR.

"Negara seperti China mungkin mencoba melakukan sesuatu di Hong Kong sekarang, atau di Laut China Selatan, sementara Trump fokus pada kesehatannya," tutur Brennan.

Stephen Hadley yang menjabat sebagai penasihat keamanan nasional untuk mantan presiden George W. Bush, juga memperingatkan bahwa "musuh mungkin berpikir bahwa Amerika mungkin terganggu."

Penulis: Redaksi

Baca Juga