Penyakit Campak-Rubella Sebabkan Kerugian Makro Rp 5,7 Triliun

Jakarta, Akuratnews.com - Penyakit Campak dan Rubella bisa menyerang siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Satu-satunya upaya untuk mencegah penyakit ini adalah dengan memberikan imunisasi vaksin Measles Rubella (MR).

Penyakit ini berdampak fatal bagi kesehatan, seperti menyebabkan kecacatan hingga kematian. Salah satunya pada ibu hamil, infeksi Rubella pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan permanen pada bayi yang dilahirkan atau dikenal dengan Congenital Rubella Syndrome (CRS).

Gejala dari CRS ini bisa berupa ketulian, gangguan penglihatan hingga kebutaan, serta menyebabkan kelainan jantung. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, tercatat 1.660 kasus suspek CRS dalam lima tahun terakhir.

Selain memberi dampak buruk bagi kesehatan, penyakit Campak-Rubella inipun memberikan dampak secara ekonomi. Dalam lima tahun terakhir (2014 hingga Juli 2018), kerugian makro ekonomi yang ditimbulkan mencapai 5,7 triliun rupiah.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Aman Bhakti Pulungan, SpA (K) menuturkan, pembiayaan minimal yang dibutuhkan untuk pengobatan seorang anak dengan CRS mencapai lebih dari 395 juta rupiah per orang.

"Ini untuk penanaman koklea di telinga, operasi jantung, dan mata. Namun, setelah itu tentu tetap dibutuhkan pembiayaan untuk perawatan kecacatan seumur hidupnya," jelasnya dalam Konferensi Pers yang diadakan di gedung Adhyatma, Kemenkes RI, Kamis (23/8/2018).

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2015) memperlihatkan, Indonesia termasuk dalam sepuluh negara dengan kasus Campak terbesar. Sejalan dengan itu, dr. Aman mengatakan Indonesia berada di urutan kedua di dunia. Sehingga menurutnya, imunisasi MR penting diberikan kepada anak-anak guna mencegah penyebaran penyakit berbahaya tersebut.

"Kalau darurat sangat darurat. Kita harus lihat dua hal, Campak satu, Rubella satu. Campak kita masih jelek kedua di dunia setelah India," tukasnya. (Rhm)

Penulis:

Baca Juga