Penyimpangan Proyek Bernilai Rp1,5 Miliar Disinyalir Terjadi di Depok

Aktifitas kerja proyek penurapan Kali Laya, Tugu-Depok, Selasa,(29/12/2020)

Depok, Akuratnews.com- Pekerjaan proyek penurapan Kali Laya senilai lebih dari Rp1 miliar yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Depok disinyalir menyimpang dari kontrak kerja.

Hal itu diketahui dari aktifitas kerja proyek yang melebihi jangka waktu pelaksanaan kontrak kerja antara pihak Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) dan pihak kontraktor.

"Kontrak kerja di papan proyek harusnya pekerjaan proyek penurapan itu (Kali Laya) sudah bisa selesai sejak 18 Desember lalu," ujar warga Depok, Suyono, Selasa (29/12).

Kenyataanya, masih kata Suyono, sampai 28 Desember 2020 kerja proyek penurapan Kali Laya Kelurahan Tugu, Depok masih berlangsung.

Dia juga mengatakan jika pengawasan pekerjaan proyek tersebut juga terkesan tidak berjalan maksimal.

"Kalau pengawasanya maksimal penyimpangan kerja pasti tidak terjadi dan proyek bisa selesai sesuai dengan batas waktu kontrak kerja," kata Suyono.

Terpisah, konsultan supervisi kegiatan proyek penurapan Kali Laya Radit mengakui terjadinya item kerja proyek Kali Laya yang tak terpenuhi.

Pihaknya dan DPUPR juga telah lakukan Final Hand Over (FHO) atau suatu rangkaian kegiatan serah terima pekerjaan yang penting untuk diselesaikan dengan baik pada Senin,(28/12/2020) lalu.

"Lokasi terakhir Kali Laya dan hasilnya terkena pemotongan pembayaran dan denda keterlambatan, kata Radit konsultan pengawas dari PT Ardia Mandiri, Selasa,(29/12/2020).

Tanpa menyebut jumlah nilai rupiah dari hasil potongan kerja proyek, Radit mengaku dasar dilakukan pemotongan merupakan hasil terhadap hitungan lapangan yang tak terpenuhi.

Seperti diketahui, penyimpangan pelaksanaan kerja proyek penurapan Kali Laya tak hanya soal batas waktu kontrak kerja, keselamatan kerja proyek, protokol kesehatan Covid-19 sesuai Instruksi Menteri (Inmen) No 02/IN/M/2020 tentang protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dalam penyelenggaraan jasa konstruksi juga terabaikan.

Para pekerja proyek terlihat tanpa dilengkapi keselamatan kerja, masker, tanpa menjaga jarak diantara pekerja.

Fasilitas pencegahan Covid-19 seperti sarana mencuci tangan dengan dilengkapi sabun cuci tangan sesuai acuan protokoler kesehatan bagi para pekerja proyek juga terlihat tak tersedia di lokasi proyek tersebut.

Sebagaimana diketahui sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2020 tentang peraturan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 tahun 2017 tentang Jasa Kontruksi tertuang prihal jangka waktu pelaksanaan kontrak, harga kontrak.

Demikian juga surat pernyataan dari penyedia jasa yang menyatakan kesanggupan untuk melaksanakan pekerjaan serta wajib memenuhi standar keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan.

Pada papan proyek penurapan Kali Laya Kelurahan Tugu, sumber dana APBD Depok itu bernilai Rp.1.533 miliar dengan masa waktu pelaksanaan 19 November hingga 18 Desember 2020.

Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Marshada dan sebagai konsultan supervisi PT Ardia Mandiri.

Penulis:

Baca Juga