Sosialisasi Keamanan Pangan

Peran Aktif Anggota PKK Lindungi Diri dan Keluarga dari Keracunan Pangan

Foto: Hj Ida saat membuka kegiatan "Sosialisasi Keamanan Pangan" di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo. / Foto: Wachid Yulianto

Sidoarjo, Akuratnews.com - Kurangnya wawasan, berakibat salah mengelola pangan. Begitu pula, memilih pangan kurang sehat, berdampak membahayakan kesehatan.

Pesan itu dikemukakan Wakil Ketua I TP-PKK Kabupaten Sidoarjo, Hj. Ida Nur Ahmad Syaifuddin saat membuka "Sosialisasi Keamanan Pangan" yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Rabu (3/7/2019).

"Sosialisasi mengelola dan memilih pangan yang sehat dan aman, serta peran aktif anggota PKK terbilang perlu, agar masyarakat bisa melindungi diri dan keluarganya dari keracunan pangan, "jelasnya di depan ratusan anggota TP - PKK Sidoarjo.

Ditambahkan istri Wabup Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin, mengkonsumsi pangan yang beragam, bergizi dan seimbang tidak membawa manfaat apapun, bila tidak terbebas dari pencemaran zat kimia dan mikroba.

"Pangan tercemar mikroba menyebabkan penyakit bawaan makanan, semisal, diare. Sedangkan, pangan terkontaminasi zat kimia, seperti residu atau pestisida, ditengarai sumber penyebab kanker, "ujarnya.

Perlu diketahui, sambung Ida, tidak semua makanan tahan lama itu mengandung pengawet berbahaya. Sebaliknya, tidak semua makanan yang segar itu aman dari pencemaran.

“Oleh karena itu, melalui sosialisasi keamanan pangan ini, diharapkan ibu-ibu mendapatkan pengetahuan yang lebih baik, sehingga bisa memotivasi masyarakat untuk merubah prilaku dalam mendapatkan pangan yang lebih terjaga, "tuturnya.

Dalam kesempatan ini, seorang narasumber, Dosen Prodi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Sains dan Teknologi  Universitas Muhammadyah Sidoarjo yang juga Ketua Klinik Keamanan dan Kehalalan Pangan, H. Lukman Hudi menerangkan, bahaya keamanan pangan itu berawal dari proses produksi pertanian yang menggunakan bahan kimia, lalu industri pangan primer berbahan tambahan pangan (BTP) yang dilarang hingga ke retail pada produk kadaluarsa, sanitasi dan higienis restoran atau katering.

"Pangan aman itu harus memilki konsep ASUH. Dijabarkan, A untuk aman, tidak membahayakan konsumen ketika mengkonsumsinya, S untuk sehat sesuai standar kecukupan gizi dan kalori, U untuk utuh, murni tidak dimanipulasi, trasnparan dan informatif suatu produk makanan dan H untuk halal, memenuhi unsur syar’i atau tersertifikasi MUI, "urainya.

Penulis: Wachid Yulianto

Baca Juga