Peran Mahasiswa Dalam Politik

Praktisi Media dan Pakar Komunikasi Media Zulfikri D. Jacub (Tengah), saat menjadi pembicara dalam dialog interaktif Forum Konsolidasi Demokrasi Indonesia, Jakarta (23/7).

Jakarta, Akuratnews.com - Mahasiswa tidak bisa dilepaskan dalam sejarah perpolitikan di tanah air. Untuk itu, dalam waktu ke waktu keberadaan mahasiswa dalam kedewasaan berpolitik di tanah air dituntut berjalan lebih edukatif, melihat posisi mahasiswa sebagai cikal bakal pemimpin masa depan dan kaum terpelajar.

Dalam paparannya, Praktisi Media dan Pakar Komunikasi Media Zulfikri D. Jacub, di hadapan mahasiswa menjelaskan sejarah perkembangan demokrasi di sebuah negera mencerminkan kedewasaan pemimpinnya dalam melihat sejauhmana masyarakatnya siap untuk menerima sistem pemerintahan di bawah bentuk demokrasi.

"Demokrasi yang kita kenal saat ini adalah merupakan konsep pemerintahan yang berasal dari Yunani yang kemudian berhasil disempurnakan oleh para pemikir dari Barat. Dalam pemikiran Barat, seperti Montesqiu, demokrasi dikenal istilah pembagian kekuasaan antara Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif," ungkapnya, dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Lebih jauh dia menjelaskan, di Barat, dalam zona Kebebasan Pers, rakyat dipropaganda oleh iklan, sebaliknya di negeri-negeri Sosialis seperti Eropa Timur, khususnya sebelum era Glasnoot dan Perestroikanya Gorbachev, pemerintah lah yang menjadi agen propaganda.

"Bagaimana dengan Indonesia? Kita lebih melihat tentang peran Kaum Mahasiswa dalam Membangun Demokrasi di Jakarta, maka keberadaan Mahasiswa sebagai Kaum Menengah terdidik menjadi penting untuk dilihat perannya," katanya.

Dia berpesan, arah peran politik Mahasiswa, diharapkan dapat menduduki wilayah-wilayah strategis demi memiliki peran dalam menentukan sebuah kebijakan dan tak mudah ditekan.

"Bisa sebagai tenaga riset, hal ini sesuai dengan doktrin Tridharma Perguruan Tinggi. Sebagai Kader, di mana demi pembinaan kaderisasi Mahasiswa ini cukup bagus melalui organisasi Ekstra Kulikuler. Sebagai Calon Wirausaha, demi menyiapkan diri dengan menekuni dunia usaha. Dengan menekuni bisnis diharapkan mereka memiliki bargaining position dan tidak mudah “dibeli” suara mereka," paparnya.

Penulis:

Baca Juga