oleh

Perang Dagang AS Mengkhawatirkan, Emas Bertahan

Jakarta, Akuratnews.com – Harga emas dalam perdagangan komoditi berjangka berakhir lebih rendah pada akhir pekan lalu. Sentimen penurunan berasal dari beberapa data ekonomi AS.

Nada optimis dari angka-angka tersebut memberikan dukungan untuk penguatan dolar AS. Meski demikian, secara mingguan tercatat transaksi berakhir diarea positif untuk minggu ini.

Emas untuk kontrak pengiriman Desember turun $ 7,10, atau 0,6%, menetap di harga $ 1,201.10 per troy ons, dengan pemesanan logam mulia secara mingguan naik 70 sen dari akhir pekan lalu dari $ 1,200.40. Harga mengalami kerugian selama dua minggu sebelumnya.

Sementara Dolar AS bergerak naik di hari Jumat, menekan harga untuk emas dalam denominasi dolar. Penguatan Dolar AS ditopang oleh data ekonomi. Data terkini menunjukkan bahwa produksi industri AS naik lebih besar dari perkiraan 0,4% pada bulan Agustus. Itu adalah kenaikan bulanan ketiga. Sentimen konsumen pada bulan September naik menjadi 100,8 dari 96,2 pada bulan Agustus.

Data sebelumnya Jumat lebih suram, dengan pengecer pada Agustus mencatat penjualan terlemah dalam enam bulan. Penjualan ritel naik hanya 0,1%. Dengan data-data tersebut, Indek Dolar AS (DXY), yang mengukur dolar AS dengan setengah lusin mata uang utama, naik tipis 0,4% menjadi 94,928.

Kabar tentang Perang Dagang AS – China semakin menjadi-jadi. Para investor dan pelaku pasar lainnya akan mencermati perkembangan di minggu ini. Tersiar kabar bahwa AS akan menerbitkan tariff baru, sementara Cina akan mempertimbangkan untuk hadir diperundingan minggu ini jika Trump ngotot memberlakukan tariff baru tersebut.

Kabar terberu menunjukkan pula pertumbuhan ekonomi Cina melambat. Perlambatan ini sebagai dampak awal perang dagang. Kondisi dimana sejumlah pihak telah mengkhawatirkan sejak awal akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi global pula.

Disisi lain, kondis ini akan membuka permintaan emas sebagai tujuan investasi. Tak heran bila harga emas masih mampu bertahan ditengah isu kenaikan suku bunga dan penguatan Dolar AS. Bagi pelaku pasar Asia, safe haven yang lebih diminati adalah emas dibandingkan Dolar AS. (Lukman Hqeem)

Komentar

News Feed