oleh

Perang Dagang Mendingin, Dolar Terkoreksi, Rupiah Menguat

Jakarta, Akuratnews – Rupiah menguat terhadap Dolar AS setelah dua hari tertekan. Meredanya kekhawatiran pasar akan memanasnya Perang Dagang AS – China menjadi sentiment pendorong koreksi pada Dolar AS dan dimanfaatkan oleh Rupiah untuk menguat. Indek Dolar AS melemah tipis 0,01%.


Sebagaimana dikabarkan oleh Reuters, bahwa China siap memangkas tariff bea masuk impor atas mobil AS dari 40% menjadi 15%. Kabar ini disambut sukacita pelaku pasar sebagai indikasi niat untuk meredakan konflik dagang antar kedua negara tersebut. Para pelaku industri otomotif AS menyambut gembira hal ini.


Pun demikian, pasar masih dihantui perasaan was-was, pasalnya Presiden Donald Trump mencuitkan, “Pembicaraan yang sangat produktif dengan China! Nantikan beberapa pengumuman penting!” cuit Presiden AS Donald Trump melalui Twitter dengan kalimat-kalimat yang penuh misteri.

Perkembangan tersebut kemungkinan akan membuat pelaku pasar gembira. Damai dagang AS-China semakin dekat, dan perekonomian global pun siap menggeliat. Investor bisa jadi akan lebih berani mengambil risiko dan masuk ke negara-negara berkembang seperti Indonesia. Arus modal yang mengalir mendorong penguatan Rupiah.


Rupiah yang sebelumnya melemah tajam, sekitar 0,89% selama 2 hari ini, membuat peluang penguatan secara teknikal terbuka. Mata uang Garuda ini kemudian bangkit dan mencatat sebagai yang terbaik dalam pertengahan sesi perdagangan hari Rabu (12/12). Nilai tukar US$ 1 sama dengan Rp 14.560 pada pembukaan perdagangan di pasar spot dimana Rupiah menguat 0,24% dibandingkan penutupan sebelumnya. (LH)

Loading...

Komentar

News Feed