Perangi COVID-19, RSUD Borong Disiapkan Sebagai Shelter ODP di Matim

Bupati Manggarai Timur Andreas Agas, SH.,M.Hum, Sekda Matim Ir. Boni Hasudungan Siregar, Kadiskominfo Matim, Bonifasius Sai, Wakil Ketua II DPRD Matim, Damu Damianus beserta sejumlah jajaran Forkopimda Matim saat meninjau RSUD Borong di Lehong, Kamis, (9/04/2020). Foto: Akuratnews.com || Yohanes Marto.
Bupati Manggarai Timur Andreas Agas, SH.,M.Hum, Sekda Matim Ir. Boni Hasudungan Siregar, Kadiskominfo Matim, Bonifasius Sai, Wakil Ketua II DPRD Matim, Damu Damianus beserta sejumlah jajaran Forkopimda Matim saat meninjau RSUD Borong di Lehong, Kamis, (9/04/2020). Foto: Akuratnews.com || Yohanes Marto.

Manggarai Timur, Akuratnews.com -- Perangi Corona Virus Disease (COVID-19), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Borong disiapkan sebagai penampungan (Shelter) Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Mulai hari ini, Kamis 09 April 2020, Pemda telah menyiapkan Gedung RSUD Borong sebagai penampungan (Shelter) Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Manggarai Timur, " jelas Sekretaris Daerah (Sekda) Matim Ir. Boni Hasudungan Siregar, usai meninjau RSUD Borong di Lehong, Kamis, (9/04/2020).

Sekda Matim, Ir. Boni Hasudungan Siregar menjelaskan, penggunaan RSUD Borong sebagai Shelter ODP merupakan langkah Pemda Matim, "Setelah mengevaluasi pelaksaan pencegahan COVID-19 di Matim sejak 3 minggu terakhir, " jelasnya.

"Sebagian besar ODP tidak bisa dipastikan apakah ODP yang bersangkutan telah menjalankan isolasi mandiri dengan benar dan disiplin, " tambanya.

Berdasarkan data Tim Reaksi Cepat (TRC) penanggulangan COVID-19 Kabupaten Matim, per tanggal 8 April 2020, jumlah pemudik yang datang dari daerah terpapar COVID-19 di Pulau Jawa, Sulawesi, Bali dan daerah lainya sebanyak 1.073 orang, "Tidak termasuk yang datang dari daerah lain di NTT, " jelas Sekda Matim.

Sedangkan data ODP, per tanggal 8 April 2020, sebanyak 37 orang. Jumlah tersebut berkurang dari total sebelumya yaitu 40 orang, " Karena 3 orang sudah selasai proses pemantauan kesehatan, " urai Ir. Boni.

Ir. Boni Hasudungan Siregar menerangkan, dalam perencanaannya, RSUD Borong akan mulai beroperasi pada pertengahan Tahun 2020 ini, "Dilengkapi dengan fasilitas yang memadai dan telah ada Tim Medis yang dibekali dan ditugaskan secara khusus, mereka juga dilengkapi dengan APD yang memadai," terangnya.

Sedangkan, dalam pelaksanaan isolasi ODP di RSUD Borong, Matim, "Telah ada pedoman pelayanan karantina fasilitas khusus penampungan (Shelter) untuk ODP," paparnya.

Pedoman itu, jelas Sekda Matim, memuat 7 poin antara lain, kualifikasi Sumber Daya Manusia ( SDM ), pengaturan jadwal dinas penjagaan untuk petugas, standar fasilitas atau sarana dan prasarana, tata laksana umum pelayanan shelter karantina, tata laksana pencegahan dan pengendalian infeksi, tata laksana pengelolaan limbah serta sistem pencatatan dan pelaporannya.

"Selain itu sudah dibuatkan juga Protokol Rujukan ODP ke Penampungan (Shelter) di Gedung RSUD Borong," tambahnya.

"Kita menginginkan semuanya berjalan baik, petugas kesehatan yang melayani aman dan OPD nyaman selama dipenampungan. Semuanya kembali dengan kondisi sehat," jelas Sekda Matim itu.

"Pemda memfasilitasi transportasi ODP dari tempat tinggalnya ke Shelter ini, selain itu juga menanggung seluruh biaya makan minum dan perlengkapan mandinya," tambahnya.

Ir. Boni H. Siregar berharap, agar melalui langka Pemda tersebut masyarakat Matim tetap sehat dan bebas dari COVID-19, " Salam sehat untuk Manggarai Timur. Sehat untuk NTT dan sehat untuk Indonesia, " paparnya.

Penulis: Yohanes Marto

Baca Juga