Peras Rekanan, Manajer PDAM Surabaya Dituntut 6 Tahun 

Sidoarjo, Akuratnews.com - Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor Surabaya dalam kasus pemerasan atau Pungutan Liar (Pungli) atas terdakwa Retno Tri Utomo selaku Manajer Pemeliharaan Jaringan Pipa Distribusi PDAM Surya Sembada Surabaya pada hari Selasa (10/9) kembali digelar diruang Candra.

Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) T.W Febriyanti Rais dan Dani Agusta menjatuhkan tuntutan 6 tahun penjara kepada Manajer Pemeliharaan Jaringan Pipa  Distribusi PDAM Surya Sembada Surabaya, Retno Tri Utomo Alias Gurit.

Dalam surat tuntutannya yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Surabaya secara bergantian, Dua Jaka Kejagung ini menyatakan terdakwa Retno Tri Utomo alias Gurit telah terbukti bersalah menyalahgunakan wewenang atau kekuasaan pada jabatannya selaku pemimpin proyek atau pejabat pembuat komitmen (PPKom) untuk pengerjaan Pembangunan Jaringan Pipa DN-300 dan DN-200 di Jalan Rungkut Madya-Jalan Kenjeran (MEER) Sisi Timur pada PDAM Surya Sembada Surabaya, sebagaimana dalam dakwaan primer yakni melanggar Pasal 12 huruf e UU Tipikor

"Bahwa terdakwa Retno Tri Utomo alias Gurit  telah memaksa saksi Chandra Arianto selaku Direktur PT Cipta Wisesa yang ditetapkan sebagai pemenang lelang untuk memberikan uang sebesar satu miliar rupiah kepada terdakwa,"jelas, jaksa T.W Febriyanti Rais saat dikutip akuratnews dalam persidangan.

Jaksa meminta agar majelis hakim yang diketuai Hisbullah Idris untuk menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan dan menjatuhkan hukuman pidana pengganti berupa uang hasil pemerasan sebesar Rp 63,5 juta dirampas untuk negara.

Atas surat tuntutan tersebut, terdakwa Retno Tri Utomo alias Gurit melalui tim penasehat hukumnya mengaku akan mengajukan pembelaan yang sedianya akan dibacakan satu pekan mendatang.

"Kami mengajukan pembelaan yang mulia,"terang, Yun Suryotomo selaku penasehat hukum terdakwa yang disambut ketukan palu hakim Hisbullah Idris sebagai tanda berakhirnya persidangan.

Sebelumnya, Peristiwa pemerasan ini terjadi saat terdakwa Retno Tri Utomo alias Gurit menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) untuk pengerjaan Pembangunan Jaringan Pipa DN-300 dan DN-200 di Jalan Rungkut Madya-Jalan Kenjeran (MEER) Sisi Timur pada PDAM Surya Sembada Surabaya yang dimenangkan oleh PT Cipta Wasesa.

Dalam kasus ini terdakwa Retno Tri Utomo dituding telah memeras Direktur PT Cipta Wisesa, Chandra Arianto sebesar Rp 1 miliar dan mengancam akan menghambat semua pekerjaaan dalam proyek tersebut.

Penulis: Samsul Arifin
Editor:Redaksi

Baca Juga