oleh

Perbedaan DPT Dinilai Celah Manipulasi

Jakarta, Akuratnews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2019 berjumlah 185.732.093. Namun, ada laporan dari partai koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bahwa sebanyak 6,3 juta merupakan daftar pemilih ganda.

Peneliti The Indonesian Institute (TII), Fadel Basrianto lantas menilai hal tersebut rawan dimanipulasi. “Ketika ada perbedaan data yang dimiliki KPU dan Kemendagri, kemudian Parpol juga memprotes, disinilah celah manipulasi bisa terjadi,” katanya dalam diskusi bertajuk ‘DPT Bermasalah, Hak Pilih Terancam’ di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

Fadel melihat ada ego sektoral antara KPU dengan Kemendagri. Dirinya menyayangkan kedua lembaga tersebut yang justru saling lempar kesalahan.

Menurutnya, Kemendagri juga tidak memanfaatkan teknologi secara maksimal. Di sisi lain, petugas KPU harus datang ke rumah warga dalam melakukan pencocokan pemilih.

“Situasi masyarakat kita telah berubah. Ada yang karakternya mobile terutama di daerah-daerah urban,” terang Fadel.

Lebih lanjut, pihaknya menghimbau agar KPU dan Kemendagri berhenti saling menyalahkan. “Untuk menghindari polemik yang tidak perlu, maka antara Kemendagri dan KPU sebagai stakeholder yang paling utama harus duduk bareng memvalidasi data tidak hanya di level Pemerintah pusat, tapi juga di Pemerintah daerah bahkan RT RW,” tandasnya. (Ysf)

Komentar

News Feed