Percakapan Telepon Donald Trump dengan PM Australia di Sadap

Donald Trump

Washington, Akuratnews.com - Juru bicara Gedung Putih Sean Spicer mengatakan pada Fox News Channel bahwa Gedung Putih sedang menyelidiki bagaimana rincian memalukan dari percakapan telepon tegang Presiden Donald Trump dengan rekan-rekannya di Australia dan Meksiko baru-baru ini bocor ke lembaga-lembaga berita.

"Presiden menanggapi penyusupan ini dengan sangat serius," kata Spicer dalam wawancara dengan Fox News Channel, yang pada hari Jumat memberikan transkrip dalam salah satu siarannya pada hari Sabtu (4/2/2017).

Trump memutuskan panggilan teleponnya dengan Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull setelah diskusi sengit tentang kesepakatan pertukaran pengungsi, percakapan yang mengancam hubungan antara kedua sekutu setelah rinciannya muncul di The Washington Post.

Dalam panggilan telepon sebelumnya dengan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto tentang pembayaran tembok perbatasan di selatan Amerika Serikat, Trump mengatakan ia mungkin mengirimkan militer AS ke Meksiko untuk menghentikan obat-obatan terlarang - rincian dari transkrip yang diperoleh dari kantor berita Meksiko, Aristegui Noticias dan Associated Press (AP).

"Itu mengganggu dan saya pikir presiden telah meminta tim untuk menelitinya karena merupakan implikasi yang sangat serius," kata Spicer.

Spicer menggambarkan percakapan itu sebagai percakapan yang "terus terang" tapi menghormati, dan telah mencatat bahwa baik pemerintah Australia maupun Meksiko telah memperdebatkan beberapa dari rincian tersebut.

Para pejabat Gedung Putih tidak menanggapi permintaan komentar terkait penyelidikan atas penyusupan ini.

Trump mengatakan kepada para politisi dan pemimpin agama dalam acara National Prayer Breakfast bahwa ia mendapatkan percakapan yang sulit dengan para pemimpin dunia saat ia bekerja untuk merombak aturan imigrasi.

"Percayalah, ketika Anda mendengar tentang panggilan telepon yang sulit yang saya alami - jangan khawatir," kata Trump kepada para pemimpin. (Farhan)

Penulis:

Baca Juga