Peristiwa di Magelang Picu Irjen Ferdy Perintahkan Tembak Brigadir J

AKURATNEWS - Motif dibalik dibunuhnya Brigadir J hingga saat ini belum sepenuhnya terang benderang. Termasuk alasan Irjen Ferdy Sambo memerintahkan Bharada E menembak Brigadir J.

Namun, sedikit petunjuk datang dari kuasa hukum baru Bharada E, Muhammad Burhanuddin. Ia mengatakan, sebelum Brigadir J ditembak Bharada E atas perintah Irjen Ferdy Sambo, sudah ada masalah semenjak di Magelang. Berdasar keterangan dari Bharada E, setelah sampai di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Brigadir J baru dieksekusi.

Meski belum memberikan keterangan yang lengkap, Burhanuddin mengatakan Bharada E membenarkan bahwa ada peristiwa di Magelang.

“Cuma dia hanya bilang ada peristiwa yang dari Magelang. Cuma itu aja dia bilang gitu,” kata M Burhanuddin, Sabtu (13/8) lalu.

Selanjutnya, terkait kronologi penembakan, Burhanuddin mengatakan, sebelum ditembak Brigadir J disuruh masuk ke dalam rumah dan disuruh jongkok serta dijambak Irjen Ferdy. Kemudian, Irjen Ferdy menyuruh Bharada E menembak Brigadir J.

“Pada saat di TKP, mereka berempat sudah di dalam dan Riki disuruh panggil Brigadir J. Begitu masuk di TKP, kemudian disuruh jongkok. Informasi dari Bharada E yang suruh Brigadir J jongkok adalah si bosnya, ya seorang atasannya di sana (Irjen Ferdy Sambo),” ungkap Burhanuddin.

Ia menambahkan, istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi saat kejadian berada di dalam kamar. Burhanuddin menyebut, sementara ini penembak Brigadir J yang dipublish baru satu orang, yakni Bharada E yang mengaku menjadi penembak pertama.

“Dia (Bharada E) bilang ada, tapi dia belum tuntas juga. Cuman dia (Bharada E) bilang, dia orang pertama yang disuruh nembak. Dia tiga kali menembak,” ,” kata Burhanuddin soal apakah ada orang lain yang menembak Brigadir J selain Bharada E.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga