oleh

Perludem: Anak Muda Berperan Penting dalam Pemilu, Jangan Tinggalkan

Jakarta, Akuratnews.com – Pesta demokrasi 2019 merupakan pemilu paling fenomenal dalam sejarah Indonesia. Dimana dalam pemilu tersebut, pemilihan Legislatif dan pemilihan Presiden dilaksanakan pada satu hari yang sama.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan, anak muda berperan penting dalam mewujudkan pemilu dengan pemilih berdaulat yang sesuai dengan demokrasi.

“Kalau anak muda dan mahasiswa ditinggalkan, kita tidak mungkin bisa mewujudkan harapan pelaksanaan pemilu bersama rakyat, kita tidak bisa mengawasi pemilu bersama rakyat,” ujarnya dalam diskusi Nasional ‘Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam Mengawal Pesta Demokrasi Pemilu 2019’, yang diadakan di Aula Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2018).

“Jangan-jangan nanti negaranya kuat, Bawaslunya kuat, KPUnya kuat, tetapi pemilihnya sekarat,” ulas dia.

Titi juga menegaskan soal konstruksi anak muda dalam politik dan pemilu. Menurutnya, anak muda dan mahasiswa bukan sekedar sumber suara. Pemikiran inilah yang harus dirubah oleh politisi, penyelenggara pemilu, maupun pemilih dalam pemilu itu sendiri.

“Dalam pemilu, anak muda dan kita semua sebagai pemilih bukan sekedar lumbung suara untuk memenangkan pemilu. Kita ini bukan sekedar objek tetapi kita adalah subjek pemilu, kita adalah aktor utama pemilu,” tukasnya.

Karena sebagai subjek pemilu, maka ditambahkan Titi, tawar menawar ide dan program harus dibangun antara anak muda, mahasiswa, dan pemilih dengan calon peserta pemilu dan penyelenggara pemilu.

“Maka, pola relasi kita adalah dialog bukan ceramah, bukan paparan. Dan substansinya adalah anda punya apa? anda maunya apa? ayok kita bareng,” tambahnya.

Titi mengingatkan, anak muda dan mahasiswa harus punya agenda settingnya sendiri. “Jangan mau disetting oleh aktor-aktor politik lain. Menjadi bagian partisipasi oke, tapi harus mendefinisikan agenda sendiri. Mau apa untuk 2019. Ini yang kemudian didiskusikan dengan para calon legislatif,” puskas Titi.

Memperjelas peran anak muda ini, Titi menjabarkan langkah-langkah apa yang harus dilakukan. Pertama, pemuda harus mengenali kebutuhan khasnya sebagai anak muda. Kemudian, kenali apa yang menjadi persoalan dari lingkungan masyarakat. Baru setelah itu,
deliberasi bersama aktor-aktor politik dilakukan.

“Para calon punya apa, apa yang dia tawarkan, bagaimana rekam jejaknya, itu kita harus tau,” terang Titi.

Terakhir, yang paling penting menurut Titi adalah menjadi pemilih. Ia mengajak agar keterlibatan anak muda dan mahasiswa harus melampaui ceremony.

“Mari kita berkembang lebih besar. Bukan hanya memberi suara tetapi juga mengawal suara. Bukan hanya datang ke TPS habis itu pulang, tetapi perlu mengawal suara dengan ikut menyaksikan perhitungan suara di TPS,” pungkasnya. (Rhm)

Komentar

News Feed