Perludem Menilai Presidential Threshold Tak Relevan Diterapkan di Pemilu 2019

Ilustrasi Pilpres

Jakarta, Akuratnews.com - Deputi Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Khoirunissa menilai syarat presidential threshold tidak relevan diterapkan pada Pemilu serentak 2019.

"Menurut kami itu (presidential threshold) tidak relevan lagi karena menurut kami di Perludem Pemilu Serentak seharusnya setiap partai politik peserta pemilu bisa mengusung pasangan calon presiden," kata Khoirunissa, Senin (30/1/2017).

Pembahasan rancangan undang-undang (RUU) Pemilu tengah dilakukan di panitia khusus (pansus) DPR RI. Dalam draf usulan pemerintah mengusulkan threshold merujuk kepada hasil Pileg 2014 yakni 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah nasional.

"Yang dikhawatirkan orang kan nanti akan banyak sekali capresnya (jika Presidential Threshold 0 persen) kalau partainya banyak. Pengalaman di Pemilu 2004 dengan partai peserta pemilu banyak kan calonnya hanya 5 pasang. Pada waktu itu juga belum ada presidential threshold," ujarnya.

Diketahui, presidential threshold merupakan sebuah istilah tak resmi untuk syarat mengajukan calon presiden dalam Pemilihan Presiden.

Syaratnya adalah partai politik atau gabungan partai politik memiliki 20 persen kursi atau 25 persen suara sah Pemilu untuk mencalonkan presiden. (Ahyar)

Penulis:

Baca Juga