oleh

Pernyataan Jerome Powell Mendorong Kenaikan Bursa Saham Asia

Jakarta, Akuratnews.com  – Pidato Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell di Jackson Hole memberikan suntikan tenaga bagi bursa saham Negeri Paman Sam, sebelum akhirnya menjalar ke Asia. Dalam pidato tersebut, Powell menyebutkan kenaikan suku bunga acuan merupakan langkah terbaik untuk melindungi pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam.

Pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu, Wall Street berhasil membukukan reli. Indeks S&P 500 melompat 0,6% ke posisi 2.874,69 dipimpin penguatan sektor material dan teknologi. Indeks saham yang sarat emiten teknologi, Nasdaq, naik tajam 0,9% dan ditutup di 7.945,98. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average bertambah 0,23% menjadi 25.790,35.

Dalam pernyataannya, Jerome Powell mengatakan bahwa ekonomi kita kuat. Inflasi mendekati target 2%, dan banyak orang sudah mendapatkan pekerjaan. Jika pertumbuhan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja ini terus terjadi, maka kenaikan suku bunga acuan secara bertahap memang sudah selayaknya dilakukan,” sebut Powell, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Pernyataan Powell tersebut mengonfirmasi bahwa ekonomi AS memang sedang berada dalam kondisi yang baik. Di sisi lain, Powell juga menyebut bahwa sejauh ini AS belum mengalami masalah inflasi. Hal ini lantas diartikan pelaku pasar bahwa the Fed memang masih akan menaikkan suku bunga acuan pada tahun ini, namun kenaikannya belum tentu mencapai 4 kali seperti yang direncanakan.

Pada perdagangan awal minggu ini, Indeks Shanghai dibuka menguat 0,25%, sementara indeks Hang Seng melesat hingga 1,25%. Langkah People’s Bank of China (PBoC) selaku bank sentral China yang mengubah metodologi penentuan nilai tengah mata uang yuan membuat investor dengan nyaman masuk ke bursa saham.

Mengutip Financial Times, kebijakan ini dapat membantu PBoC menstabilkan yuan tanpa harus mengorbankan cadangan devisa terlalu banyak. Walaupun masih melemah di pasar spot dan offshore melawan dolar AS pada pagi hari ini, ada optimisme bahwa kedepannya pelemahan yuan bisa diredam. Hal ini membuat instrumen saham menjadi menarik bagi investor.

Indikator ekonomi terkini dari China menyebutkan bahwa data industrial profits per Juli 2018 diumumkan tumbuh sebesar 17,1%, sedikit melambat dari capaian periode Juni 2018 yang sebesar 17,2% YoY. Di Hong Kong, pelaku pasar menantikan rilis data neraca perdagangan periode Juli.

Bursa saham Jepang mengawali perdagangan hari Senin (27/8/2018) di zona positif. Semangat bursa saham Tokyo terdorong oleh reli yang dicatatkan Wall Street. Bursa Jepang dibuka naik dimana Indeks Nikkei 225 naik 0,41% ke 22.694,53 sementara indeks Topix naik 0,37% menjadi 1.715,51, AFP melaporkan.

Sementara bursa saham Australia dibuka melemah pada perdagangan hari Senin (27/8/2018). Bursa saham Korea Selatan berhasil bergerak naik di sesi awal perdagangan. Indeks ASX 200 di Australia turun tipis 0,07% ke posisi 6.242,9 sementara indeks Kospi di Korea Selatan menguat 0,26% menjadi 2.299,2. (Lukman Hqeem)

Loading...

Komentar

News Feed