Pernyataan Kooperatif Pengembang Dibantah Konsumen Antasari 45

Ilustrasi apartemen Antasari 45

Jakarta, Akuratnews.com - Sejumlah konsumen Apartemen Antasari 45 secara tegas membantah pernyataan Jakarta - Direktur Utama PT Prospek Duta Sukses (PDS) Wahyu Hartanto selaku perwakilan pihak pengembang yang menyebutkan bahwa pihaknya selama ini bersikap kooperatif dan menunjukan komitmen untuk menyelesaikan tanggung jawab kepada pihak kreditur.

“Kami selalu bisa dihubungi atau bahkan ditemui baik oleh konsumen, kreditur, vendor, dan pihak berkepentingan lainnya. Jadi saya bingung kenapa sampai ada konsumen yang merasa kami lari dari tanggung jawab bahkan sampai membuat laporan polisi. Kecuali bila kami tidak bisa dihubungi, atau tidak menunjukkan itikad baik sama sekali. Tapi tidak apa-apa, kami akan manfaatkan peluang ini jusru untuk menegaskan dan membuktikan kepada semua pihak bahwa berbagai cara sedang kami upayakan untuk bisa memenuhi tanggungjawab kamis secara penuh,” ungkap Wahyu seperti dikutip laman Tribunnews, Kamis (3/9).

Membantah pernyataan tersebut Oktavia Cokrodiharjo salah seorang kreditur yang telah melunasi kewajiban 4 unit apartemen senilai 8,9 miliar sejak 2014 silam menambahkan bahwa dirinya merasa sejumlah kejanggalan dalam hak pemenuhan kewajiban pihak PDS.

“Saya melihat banyak keanehan, hingga saat ini tidak ada iktikad baik yang ditunjukkan oleh PDS. Mediasi yang dilakukan pun selalu menemui jalan buntu. Termasuk pengembalian uang konsumen (refund) yang dijanjikan Direktur PDS saat itu, Wahyu Hartanto kepada saya beberapa waktu lalu,” ujarnya dalam release yang diterima redaksi.

“Tiga tahun kami bersabar untuk menagih hak kami, sampai kemudian saya memutuskan untuk merefund uang saya yang mana itupun mereka setujui. Kok tiba-tiba dapat kabar PKPU PDS, jadi saya pribadi merasa ini ada dugaan penggelapan oleh pihak PDS,” sambung Cokro.

Senada dengan Cokro, Ashvin Bayudewa selaku salah satu pihak konsumen menyampaikan bahwa selama ini dirinya selalu berusaha menghubungi sosok Wahyu namun tidak pernah direspon.

"Dia (Dirut PDS, Wahyu) bilang tidak lari dari tanggung jawab, Suruh buktikan pernyataan dia."

"Saya geram baca pernyataan Saudara di media yang menggunakan alasan Covid. Ini sama sekali tidak mencerminkan tanggung jawab seperti yang anda nyatakan di media. Mangkraknya pembangunan Antasari 45 sejak saya pesan di tahun 2015, tidak ada hubungannya dengan wabah Covid, karena wabah Covid belum terjadi di Indonesia saat itu.

Selama 5 tahun menunggu saya tidak melihat upaya Antasari 45 untuk menyelesaikan tanggung jawab DENGAN BAIK.

Kalau anda 'berusaha' bertanggung jawab dan 'kooperatif', coba anda mulai jelaskan dengan jujur: 'mengapa pembangunan bisa mangkrak bertahun-tahun dan kemana uang pembeli sebesar 591.9M yang sudah dibayar ke Antasari 45," ungkap Ashvin melalui pernyataan pers di Jakarta, Jumat (4/9).

Senada dengan Ashvin, konsumen lainnya Anggelina juga mempertanyakan sikap kooperatif yang disebut oleh Dirut PDS. "Wahyu menyayangkan laporan tersebut karena PDS selalu kooperatif kepada kreditur dan konsumen serta terus membuka komunikasi kepada pihak berkepentingan lainnya, Ini juga perlu diluruskan, kooperatif dalam hal apa,?" tanya Anggelina.

"Faktanya, Proposalnya asal-asalan, mau enak sendiri," tambahnya.

Slamet Sudijono selaku kreditur Apartement Antasari 45 menambahkan, "Dia kan bilang bisa dihubungi dan ditemui setiap saat, Bohong!," tulis Slamet.

Penulis:
Editor:Redaksi

Baca Juga