Pernyataan Sikap GNPF-MUI Terkait Sikap Tidak Beradab Terdakwa Ahok Kepada KH. Ma’ruf Amin

Gedung MUI

Jakarta, Akuratnews.com - Sebagaimana sudah diketahui oleh masyarakat umum bahwa Al Mukarram KH.Makruf Amien adalah ketua umum MUl Pusat, lembaga yang menjadi musyawarah para ulama dari seluruh Ormas Islam yang keberadaannya diakui oleh umat Islam dan pemerintah. Fatwa-fatwa MUI diakui dan ditaati umumnya umat Islam Indonesia.

Wakil Ketua GNPF MUI  Zaitun Rasmin mengatakan, pemerintah Rl selama ini telah menjadikan fatwa MUI sebagai rujukan dan sudah diketahui masyarakat. Bahwa, MUI mengeluarkan fatwa atas permintaan individu masyarakat, lembaga kemasyarakatan, maupun pemerintah. Namun tidak ada satu pihak pun yang bisa menekan.

apalagi mendikte MUI dalam mengeluarkan fatwa. Sebab, MUI punya protap dalam mengeluarkan fatwa yang tentunya melibatkan minimal komisi fatwa dan komisi pengkajian MUI.

"Protap pengeluaran fatwa MUI yang selalu melibatkan banyak orang adalah sikap kehati hatian MUI sebagai lembaga yg bertanggung jawab atas kebenaran fatwa kepada Allah SWT," ujarnya di Kantor Pusat MUI, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Jum'at (3/2/17).

Ia menegaskan, sikap prejudice dan buruk sangka yg ditampilkan dalam sikap dan ujaran yg sangat tidal beradab oleh terdakwa kasus penodaan agama Ahok BTP dan para penasihat hukumnya kepada KH Makruf Amien dalam persidangan sebagai saksi ahli adalah bentuk sikap dan tindak kecerobohan kelewat batas.

"Oleh karena itu, GNPF MUI sebagai gerakan yang peduli kepad pengawalan fatwa MUI dan marwah ulama segala bentuk cecaran pertanyaan dan tekanan yg arogan dan sangat tendensius untuk menjatuhkan kredibilitas KH Makruf Amin yang terjadi dalam persidangan oleh terdakwa dan penasehat hukumnya adalah bentuk aksi penghinaan terhadap ulama," ucapnya.

Maka akibat peristiwa penghinaan tersebut, GNPF MUI menyatakan:

1) Mendukung serta membela KH Makruf Amien dan MUI sebagai lembaga fatwa yang sangat kredibel.

2) Mengecam keras terdakwa kasus penodaan agama oleh BTP dan Penasihat Hukumnya atas sikap penghinaan mereka terhadap ulama khususnya KH Makruf Amien.

3) Menuntut terdakwa ditahan selama proses hukum dan dihukum maksimal atas perbuatannya.

4) Menyerukan kepada umat dan bangsa utk bersatu mengawal persatuan dan kesatuan NKRI.

(Fajar)

Penulis:

Baca Juga