Pertanyakan Statusnya di PT Equityworld, Anak Pengurus Peradi Balikpapan Dianiaya

Rawikara Dhita Sadewa (kiri) dan Mestiko, menunjukan bukti laporan dan foto korban Brian, di Kantor Hukum Jayabaya, Kamis (16/6/22).

AKURATNEWS - Baru saja mengikuti training  sebagai karyawan di PT Equalityworld, Briliawan Gama Ramatullah (20), perantau asal Balikpapan Kalimantan Timur, sudah menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Pimpinan Cabang perusahaan yang berkantor di gedung Praxis Jalan Pemuda 108-116, Surabaya.

Pria yang akrab disapa Brian ini menceritakan, awalnya dia mempertanyakan terkait statusnya di tempat kerjanya yang baru tersebut.

“Saya mengikuti training dengan 20 karyawan baru lainnya. Kemudian ada sesi tanya jawab dan saya menanyakan terkait posisi saya, karena saat itu saya melamar sebagai legal secertary. Tapi saya malah diposisikan sebagai Bisnis Consultant,” ungkap Brian saat di hubungi melalui Whats app, Kamis (16/6/22).

Brian yang masih dirawat inap di Rumah Sakit ini menambahkan, dirinya juga bertanya terkait kepastian job desk, serta gaji dan kontrak kerjanya.

“Waktu itu saya juga menanyakan job desk saya, gaji dan kontrak kerja,” ujar pria yang juga merupakan anak pengacara tersebut.

Selain itu, Brian juga mempertanyakan terkait absensinya yang bersatus manajemen training. Padahal diundangan yang didapatkannya hanya untuk proses wawancara.

“Kemudian pimpinan cabang itu membentak saya, dia bilang saudara tidak paham dengan manajemen Training. Kemudian saya tanya lagi, kalau begitu bagaimana manajemen training menurut bapak?” katanya menirukan percakapan yang saat itu terjadi.

Usai mendapatkan banyak pertanyaan tersebut, pimpinan cabang yang belakangan diketahui bernama Albert Purnama itu, langsung berdiri dan memukul korban Brian.

“Setelah itu beliau (Albert) langsung berdiri, menghampiri saya dan memukul kepala bagian kiri. Dan di situ ada satu lagi yang ikut memukul, tapi saya tidak tau namanya. Hanya hafal wajahnya,” beber Brian.

Tidak sampai disitu, Brian juga ditarik keluar ruangan dan dipukul, bahkan ditendang dan diinjak-injak beramai-ramai. Hingga ia menderita luka dan lebam disekujur tubuhnya.

“Sempat dilerai beberapa kali, tapi beliau kembali mendatangi saya dan memukul saya terus menerus. Dan saya di situ hanya bisa pasrah,” terangnya.

Hingga akhirnya Brian diamankan oleh security dan dibawa ke sebuah ruangan kosong, untuk menunggu keluarganya datang menjemput.

Sementara itu ayah Brian, Mestiko, yang juga merupakan pengurus Peradi Balikpapan meminta agar kasus penganiayaan terhad Arip anaknya dapat segera ditindaklanjuti.

“Saya berharap ini segera ditindak lanjuti dan diselesaikan secara profesional. Sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” katanya yang saat itu didampingi oleh Rawikara Dhita Sadewa dari Kantor Hukum Jayabaya, Kamis (16/6/22).

Saat dikonfirmasi akuratnews, terkait dugaan penganiayaan dan pengeroyokan di wilayah hukumnya, Kanitreskrim Polsek Genteng, Iptu Sutrisno mengatakan pihaknya masih melakukan lidik.

“Itu masih lidik mas, semalam sudah ada pemeriksaan saksi. Kalau untuk jumlah saksinya itu rahasia penyelidikan,” kata Sutrisno, saat di hubungi via telepon, Jumat (17/6/22).

Perlu diketahui, usai mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan pada 13 Juni 2022 tersebut, pihak keluarga yang didampingi oleh kantor hukum Jayabaya, lngsung melapor ke Polsek Genteng. Pelaporan tersebut terdaftar dengan Nomor : STTLP/166/VI/2022/SPKT/Polsek Genteng/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur

Penulis:

Baca Juga