Perundingan AS – China Menjanjikan, IHSG Siap Menipiskan Koreksinya.

Ilustrasi IHSG. (Foto: ShutterStock)

Jakarta, Akuratnews.com - Pasar keuangan Indonesia menutup 2018 dengan positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di perdagangan terakhir 2018. Penutupan perdagangan di pasar saham terjadi pada akhir pekan lalu, di mana IHSG berakhir dengan penguatan tipis 0,06%. Dibandingkan posisi awal tahun, IHSG terkoreksi 2,54%.

Pada perdagangan perdana tahun ini, Bursa Efek Indonesia kemungkinan besar akan berakhir menguat sehingga IHSG bisa lebih menipiskan koreksinya sejak awal tahun. Hal ini didorong oleh naiknya minat investor Asing terhadap aset-aset berisiko di negara-negara berkembang Asia, termasuk di Indonesia. Alasannya adalah hubungan AS-China yang semakin membaik.

Melalui cuitan di Twitter, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah berbicara panjang melalui sambungan telepon dengan Presiden China Xi Jinping. Hasil dari pembicaraan tersebut, menurut Trump, sangat positif.

"Proses kesepakatan dengan China berjalan dengan sangat baik. Jika berhasil, maka (kesepakatan) itu akan sangat komprehensif, mencakup seluruh aspek yang selama ini menjadi pertentangan. Kemajuan besar telah dibuat!" tulis Trump.

Xi pun memberi sinyal kemesraan hubungan dengan Washington. Mengutip kantor berita Xinhua, Xi berharap kesepakatan dengan AS segera diteken. "Saya berharap kedua delegasi bertemu, bekerja keras, untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan dunia sesegera mungkin," tegas Xi.

Kementerian Luar Negeri China menambahkan, hubungan Washington-Beijing kini seakan memasuki babak baru. Hubungan keduanya sempat memanas sejak awal tahun karena saling proteksi perdagangan.

"Kedua pihak harus berpegang kepada sudut pandang yang rasional dan objektif berdasarkan kepentingan bersama. Kita harus meningkatkan komunikasi strategis dan menjalin kepercayaan untuk menghindari kesalahan," kata Lu Kang, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, mengutip Reuters.

Perkembangan positif ini membuat pelaku pasar berbunga-bunga, damai dagang AS-China sepertinya sudah di depan mata. Akibatnya, tidak ada lagi istilah bermain aman. Investor kembali memburu aset-aset berisiko demi mendapatkan cuan yang berlipat. Arus modal pun mengalir deras ke Asia, membuat bursa saham dana mata uang menguat. (LH)

Penulis:

Baca Juga