Perusahaan Oli Pikoli Digugat Miliaran Di PN Jaktim

Direktur PT Putera Mahakarya, Anton Mabianto dengan Sakaria Tobing selaku kuasa hukum. (akuratnews.com)

Jakarta, akuratnews.com - Setelah bertahun-tahun bekerjasama, Anton Mabianto Direktur PT Putera Mahakarya akhirnya menggugat PT Abadi Kokoh Insani ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim).

Bukan tanpa sebab, Anton yang mulai bekerjasama sejak 16 Agustus 2006 silam, merasa dirugikan atas sikap PT Abadi Kokoh Insani yang telah melanggar kesepakatan bersama. Untuk itu gugatan wanprestasi yang dilakukan menurutnya merupakan langkah yang tepat.

Anton menceritakan setelah 5 tahun memulai memasarkan dari rumah ke rumah hingga akhirnya mendapat kepercayaan diwilayah Jawa Barat, dia mulai menyadari ada kejanggalan.

"Waktu itu mulai ada kejanggalan-kejanggakan, dimana pemain yang baru, mulai terindikasi mengambil produk langsung ke pabrik, itu kenapa pada tahun 2013 dengan sesegera mungkin melakukan perjanjian dengan pabrik supaya bisa meminimalisir hal itu," paparnya saat ditemui usai sidang di PN Jaktim, Senin (07/10/19).

Setelah perjanjian dibuat dengan disepakati apabila ada yang menjadi sub distributor diwilayah Bandung dan Jawa Barat maka pabrik atau prinsipal sudah mempercayakan hal tersebut kepada pihaknya untuk mengkoordinir langsung atau membuat surat perjanjian langsung dari disributor kepada sub-sub agen, namun kenyataannya pihak perusahaan tetap melakukan hal yang sama.

"Ada internal dari pabrik sendiri diberikan keluasan untuk mencari investor dengan alasan untuk lebih luas penyebaran barang," ungkapnya.

Hal tersebut, kata Anton jelas sangat merugikan perusahaannya, karena yang disasar adalah agen-agen atau grosir tempat dia kerjasama, serta pihak PT Abadi Kokoh Insani juga menekan harga.

"Tadinya kita masih kasih kelonggaranlah kalau tidak menggangu langganan kita itu masih mending, tapi sebaliknya malah yang ada menggangu klien-klien kita, tidak ada ekspansi sama sekali," ungkapnya.

Masih pada hari yang sama, Kuasa Hukum PT Putera Mahakarya, Sakaria Tobing mengatakan bahwa pihaknya menggugat PT Abadi Kokoh Insani dengan menuntut ganti rugi sekitar 14 Miliar.

Hal tersebut dilakukan, karena menurutnya PT Abadi Kokoh Insani telah merugikan klienya dengan melanggar kesepakatan yang mereka buat.

"Kita melakukan gugatan wanprestasi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, karena kita anggap dia (PT Abadi Kokoh Insani) telah melanggar isi perjanjian dimana perjanjian tersebut sudah jelas tertulis bahwa kita ditunjuk sebagai distributor," tegasnya.

Penulis: Hengki. L
Editor: Redaksi

Baca Juga