Perpres Nomor 96 Tahun 2018

Pindah Domisili, Kini Tak Perlu Pengantar RT dan RW?

Suasana di ruang pelayanan Kantor Dispendukcapil Sidoarjo

Sidoarjo, Akuratnews.com - Bagi warga Kabupaten Sidoarjo yang akan pindah domisili, persyaratannya masih menggunakan aturan lama dan terbilang memakan waktu.

Pasalnya, diharuskan membuat surat permohonan terlebih dulu. Diawali surat pengantar dari RT dan RW, lalu berlanjut ke pihak desa dan kecamatan, baru kemudian diserahkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten.

Meski, peraturan baru tertuang dalam Perpres Nomor 96/2018 tentang tata cara pendaftaran dan pencatatan sipil, substitusi dari Perpres Nomor 25/2008, sudah disahkan Presiden Joko Widodo pada 18 Oktober 2018 lalu. Namun, di Sidoarjo belum diberlakukan.

Padahal, dalam aturan baru tersebut, warga yang mengurus pindah domisili cukup menyiapkan kartu keluarga dan kartu tanda penduduk (KTP), tanpa disertai surat pengantar dari RT dan RW. Sehingga, waktunya relatif singkat.

Kemudian, kartu keluarga dan KTP (tempat asal) itu diserahkan ke Disdukcapil. Lalu, instansi ini akan mengeluarkan surat keterangan pindah (SKPWNI) untuk dibawa ke tempat atau daerah tujuan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdukcapil Sidoarjo, H. Medi Yulianto pada Akuratnews.com, Selasa (16/7/2019), mengemukakan, pihaknya membenarkan terbitnya peraturan baru, yakni Perpres Nomor 96/2018 itu, terutama berkaitan persyaratan warga yang akan pindah domisili.

Mengingat, Perbup baru yang mengacu Perpres baru itu masih proses revisi, maka regulasi tersebut belum diberlakukan dan bakal diterapkan ketika sudah jadi.

"Meskipun, sudah keluar peraturan baru, akan tetapi, tidak serta merta berlaku regulasi tersebut. Saat ini, saya masih proses revisi Perbup tentang pelayanan kependudukan yang lama ke baru berdasarkan Perpres baru. Kalau Perbup baru sudah jadi, maka aturan sesuai Perpres baru itu bisa diterapkan, " jelasnya.**

Penulis: Wachid Yulianto

Baca Juga