Pisah Ranjang dengan Istrinya, Jadi Alasan Pria Ini Perkosa Anak Disabilitas

HA (45) saat digiring ke Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, Sabtu (25/6/22)

AKURATNEWS - Ternyata pisah ranjang dan ketertarikan terhadap korban PI (14) , yang menjadi alasan HA (45) warga Kecamatan Tambaksari Surabaya ini, menyetubuhi anak yang merupakan penyandang disabilitas tersebut.

Pengakuan tersebut diungkapkan HA kepada penyidik, usai dirinya diamankan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Surabaya, pada jumat (24/6/22).

Pengakuan HA itu dibenarkan oleh Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Wardi Waluyo, Sabtu (25/06/2022) siang. Didepan awak media, Wardi mengatakan jika tersangka sudah memiliki ketertarikan dari lama kepada korban.

"Sudah tertarik lama, mungkin pada saat itu (Rabu 15 Juni 2022) dini hari ada kesempatan sehingga terjadi aksi keji yang dilakukan oleh tersangka," ungkap Wardi.

Wardi menerangkan, sebelum melakukan aksi keji yang diakuinya atas dasar inisiatif sendiri itu, tersangka sempat mengikat tangan korban dengan tali rafia dan melakukan sejumlah pelecehan sebelum korban di setubuhi.

"Dari inisiatif dirinya sendiri. Melihat korban duduk di teras lalu diajak ke rumah oleh tersangka. Disitulah terjadi aksi persetubuhan tersebut," terang Wardi.

Sementara itu di depan awak media HA mengaku, ia baru sekali melakukan perbuatan keji tersebut. Ia nekat melakukan persetubuhan tersebut karena tidak mampu menahan syahwat akibat pisah ranjang dengan istrinya.

"Sudah pisah ranjang dengan istri pak, saya menyesal," ungkap HA yang tertunduk menggunakan topeng spiderman.

Sebelumnya diberitakan akuratnews, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya langsung melakukan penyelidikan, terkait kasus persetubuhan yang diduga dilakukan oleh HA (45) warga Tambaksari, terhadap tetangganya, PI (14) anak disabilitas.

Saat dihubungi awak media, Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Wardi Waluyo membenarkan telah menerima laporan terkait kasus yang terjadi pada Rabu (15/6/22) pekan lalu itu.

“Betul ada laporan (dugaan pemerkosaan tertanggal Rabu, (15/06/2022)," akunya, Kamis (23/06/2022).

Diungkapkan Wardi, Saat ini petugas masih fokus mengumpulkan barang bukti yang membantu proses penyelidikan. Dia pula menjelaskan, untuk menjerat terduga pelaku, harus ada minimal dua bukti.

“LP masih proses lidik lengkap dan kumpul alat bukti lengkap. Kita berusaha cepat jika memang fakta hukum yang didukung minimal dua alat bukti tercukupi,” jelasnya.

Penulis:

Baca Juga