Pj Bupati Hudiyono Pastikan Stok Kedelai di Sidoarjo Masih Terpenuhi

Sidoarjo, Akuratnews.com - Akibat kelangkaan dan naiknya harga kedelai akhir 2020, dari Rp7.000,- menjadi Rp9.300,- per kg, para produsen tahu dan tempe di Desa Sepande, Candi, Sidoarjo sempat menghentikan kegiatannya beberapa hari. Namun, kini, mereka telah beraktivitas kembali.

Alasan itulah, kemudian Pj. Bupati Sidoarjo, Hudiyono didampingi Kepala Disperindag, Tjarda mendatangi gudang Primkoti Karya Mulya di desa setempat, Senin (4/1/2021), guna memastikan ketersediaan stok kedelai. Koperasi ini memasok 15.000 ton kedelai/bulan bagi 270 produsen tahu dan tempe.

"Banyak masyarakat yang mengkonsumsi tahu dan tempe untuk makanan sehari-hari. Perlu diketahui, di Jawa Timur, ketersediaan stok kedelai 450.000 ton. Saya kira di Sidoarjo bisa terpenuhi, karena setiap bulan dibutuhkan 15.000 ton kedelai. Kami pastikan tak ada kelangkaan kedelai. Saat ini, Pemkab Sidoarjo bersama Pemprov Jatim dan Pemerintah Pusat berupaya menekan harga kedelai," kata Hudiyono.

Dijelaskan Hudiyono, penyebab terjadinya kelangkaan itu impor kedelai dalam jumlah besar yang dilakukan AS dan China.

"Kelangkaan kedelai bukan hanya di Sidoarjo, tapi terjadi secara nasional. Pemicunya, impor besar-besaran yang dilakukan AS dan China. Sehingga, harga bahan baku tahu dan tempe naik 25 persen. Akhirnya, produsen pun kesulitan menaikkan harga tahu dan tempe di pasaran," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Primkopti Karya Mulya, Sukari mengungkapkan, pihaknya terpaksa menaikkan harga tahu dan tempe, karena harga kedelai melonjak.

"Harga tahu dan tempe kita naikkan 10 persen, mengingat harga kedelai di pasaran naik 25 persen, agar tak terlalu rugi, bila tak terjual habis," akunya.

Baca Juga