PKB Belum Menuntut HSN Jadi Hari Libur Nasional

Wasekjen DPP PKB, Jazilul Fawaid. Foto: Yandi/akuratnews.com
Wasekjen DPP PKB, Jazilul Fawaid. Foto: Yandi/akuratnews.com

Jakarta, Akuratnews.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum menginginkan tanggal 22 Oktober yang diperingati sebagai Hari Santri Nasional (HSN) sebagai hari libur.

"Kita belum menuntut itu, tetapi kita meminta kepada pemerintah daerah untuk ikut mensupport kegiatan santri pada peringatan hari santri" kata Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Jazilul Fawaid di kantor PKB, Kenari, Jakarta Pusat, Rabu (26/8/2018).

Ia menilai, meskipun peringatan hari santri tahun 2018 ini di tahun politik. PKB perlu mengkaji lagi jika menjadikan 22 Oktober menjadi hari libur nasional.

"Kami belum mendapatkan aspirasi secara memadai dari pesantren untuk meminta pada tanggal 22 Oktober sebagai hari libur. Kalau ada hari santri libur, tentu kebanyakan hari libur nanti," ucapnya.

"Tetapi kami cukup meminta kepada semua jajaran pemerintah dari ringkat kelurahan sampai presiden itu bisa mensupport kegiatan hari santri ini dalam bentuk apapun yang positif," tuturnya.

Permintaan dukungan kepada pemerintah tersebut guna memeriahkan hari santri nasional. "Kita biasa misalkan kalau ada lomba kitab kuning ya disupport, kalau ada santri mengadakan bersih-bersih di support, biasanya ada karnaval santri, jalan sehat santri, macem-macem," imbuhnya.

Jazilul juga meminta kepada kader-kader PKB di daerah agar mensupport kegiatan-kegiatan yang dilakukan di hari santri.

"Saya minta teman-teman yang ada di legislatif maupun eksekutif PKB diberbagai daerah untuk memberikan support dan mengajak masyarakat agar hari santri itu betul-betul kita bisa meriahkan dengan cara-cara yang positif dengan tetap mengangkat khazanah lokal masing-masing," ujarnya. (Yan)

Penulis:

Baca Juga