PKB Wacanakan Penggabungan Kemendikbud – Kemenristekdikti

Jakarta, Akuratnews.com - Sebuah wacana dilontarkan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Usulan tersebut terkait struktur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang dilebur menjadi satu.

Usulan ini, ujar politisi yang akrab disapa Cak Imin ini harus diambil guna melakukan revolusi dalam dunia pendidikan.

Salah satu yang dinilainya mendesak adalah menyatukan lembaga kementerian yang mengurusi masalah pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi menjadi satu kesatuan yang tidak terputus.

Kurikulum pendidikan juga harus dibenahi secara menyeluruh (holistic), sehingga kualitas pendidikan ke depan semakin lebih baik. Apalagi dalam visi pemerintahan Presiden Joko Widodo ke depan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu prioritas.

"Kami ingin pemisahan dua lembaga kementerian antara Kemendikbud dan Kemenristekdikti menjadi satu keberlangsungan yang tidak terputus. Kalau perlu lembaga pendidikan keagamaan yang sekarang berada di Kementerian Agama dimasukkan saja menjadi satu di Kementerian Pendidikan sehingga tidak terpisah-pisah seperti sekarang," beber Cak Imin ini di sela Gala Premier film 'Say I Love You' di Jakarta, Selasa (25/6).

Lanjut Cak Imin, penggabungan kedua lembaga pendidikan tersebut mutlak diperlukan karena saat ini tanggung jawab pengelolaan pendidikan dasar dan kejuruan sudah ditangani pemerintah daerah.

"Sehingga kementerian ini hanya Kementerian Pendidikan Nasional yang tugasnya melakukan standarisasi pada yang sifatnya kebijakan umum terkait materi, karena sebenarnya sekolah menengah sampai atas kan sudah ditangani daerah," kata dia.

Cak Imin juga menyarankan dalam pembenahan sistem pendidikan, pemerintah perlu melibatkan sejumlah sekolah yang selama ini dinilai sukses untuk ikut menyusun atau merumuskan kebijakan- kebijakan terkait pendidikan nasional.

Terkait usulan ini, apakah dalam kabinet mendatang PKB mengincar posisi Kementerian Pendidikan?

Cak Imin menyebut, sampai sekarang belum ada pembicaraan mengenai kursi kabinet dengan Presiden Jokowi.

"Tapi nanti pada saatnya kami akan diajak bicara," kata Cak Imin yang datang malam itu untuk nobar film yang bercerita tentang sekolah yang mampu membentuk siswanya sukses.

Disinggung mengenai sistem zonasi yang saat ini menjadi polemik di masyarakat, Cak Imin mengatakan bahwa secara ide dan kebutuhan pemerataan kualitas pendidikan, kebijakan sistem zonasi harus dihargai.

"Yang menolak zonasi biasanya lebih karena kepentingan masing-masing. Ini lebih pada soal tahapan. Saya lihat zonasi ini lebih pada pemerataan kualitas pendidikan," pungkasnya.

Penulis: rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga