PKS Desak Pemerintah Tetapkan Gempa Sulteng Sebagai Bencana Nasional

Jakarta, Akuratnews.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendesak Pemerintah untuk menetapkan musibah gempa dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah sebagai bencana nasional. Hal tersebut disebabkan kondisi yang parah dan mengancam kemanusiaan.

Desakan tersebut disampaikan Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, Selasa (2/10/2018) seiring dengan terus dikirimnya bantuan PKS ke daerah bencana disertai pengiriman relawan tanggap bencana.

“PKS juga membentuk Posko Tanggap Bencana Pusat Khidmat PKS untuk Sulawesi Tengah yang akan memobilisasi tenaga relawan dan berbagai bantuan yang disalurkan masyarakat melalui PKS untuk korban gempa dan tsunami Sulteng,” ujar Sohibul.

Pihaknya prihatin dengan kondisi di lokasi yang terkena dampak dari gempa dan tsunami tersebut. Untuk itu, PKS meminta kepada Pemerintah untuk hadir memberikan rasa aman dan pemenuhan kebutuhan pokok serta penyelamatan bagi korban.

Diharapkan dengan ditetapkan status bencana nasional, mobilisasi bantuan dasar, perangkat berat, SDM terlatih serta koordinasi perbantuan berbagai pihak termasuk kalangan sipil, tentara dan bantuan luar negeri dapat terkelola dengan baik.

"Kecepatan Pemerintah menetapkan status ini diharapkan dapat membantu mobilisasi bantuan kepada para penyintas, baik dari sumber-sumber Pemerintah, masyarakat dan bantuan luar negeri," ucap Sohibul.

Pemerintah diminta memberikan akses kepada berbagai pihak, termasuk partai politik agar dapat membantu di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). PKS juga menyerukan kepada pejabat publik di lingkungan Pemerintah untuk memberikan keteladanan dan empati dengan penghematan anggaran yang tidak terlalu penting di berbagai sektor, untuk dialihkan menjadi bantuan bencana.

Untuk diketahui, BNPB telah memperbaharui jumlah korban tewas pasca gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi, Sulteng. Hingga Selasa petang (2/10) jumlah korban mencapai 1.374 jiwa. (Ysf)

Penulis:

Baca Juga