PKS Minta BRIN Perbaiki Kinerja Inovasi

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto

"Hari ini adalah titik nadir bagi pembangunan kelembagaan Iptek. Sebab, kelembagaan Iptek porak-poranda bersama dengan dibubarkannya Kementerian Riset dan Teknologi; dibubarkannya BATAN, LAPAN, BPPT dan LIPI serta digabungkannya Balitbang Kementerian Teknis ke dalam BRIN.

Ditambah lagi adanya Dewan Pengarah dalam BRIN, yang secara ex-officio ketuanya berasal dari BPIP dengan kewenangan yang besar, termasuk membentuk satgas khusus," lanjut Mulyanto.

Mulyanto menambahkan Penataan kembali kelembagaan Iptek nasional dan BRIN menjadi hal yang sangat krusial untuk mengejar kinerja inovasi Indonesia.

Jurnal sains terkenal Nature, dalam editorial tanggal 8/9/2021 menulis kekhawatiran intevensi politik dalam BRIN, sebagai lembaga baru terpusat (super agency) dengan reorganisasi yang ambisius, namun tidak jelas rencana kinerjanya.

Faktanya BRIN menjadi lembaga terpusat dengan fungsi campur-aduk, mulai dari fungsi: perumusan dan penetapan kebijakan, koordinasi pelaksanaan kebijakan; pengawasan dan evaluasi kebijakan baik di pusat maupun daerah (fungsi-fungsi ex Kemerinstek).

Selain itu BRIN melaksanakan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan Iptek dari invensi sampai inovasi untuk seluruh bidang ilmu dari sains-teknologi sampai ilmu sosial-budaya-politik (fungsi-fungsi ex 4 LPNK dan 44 Balitbang Kementerian).

Bukan hanya itu, ditambah 2 fungsi lagi, yakni fungsi penyelenggaraan ketenaganukliran (fungsi ex BATAN); serta fungsi penyelenggaraan keantariksaan dan penerbangan (fungsi ex LAPAN).

Menurut Mulyanto, Konsolidasi kelembagaan Iptek tersebut adalah tantangan yang berat. Kalau kita tidak berhasil, maka dapat dipastikan kinerja inovasi Indonesia akan semakin melorot.

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Redaksi

Baca Juga