Koalisi Adil Makmur Bubar

PKS Tegas, Tak Akan Tinggalkan Prabowo

Prabowo-Sandi. (Foto Istimewa).

Jakarta, Akuratnews.com - Koalisi Adil Makmur secara resmi telah dibubarkan, namun terdapat catatan mengecewakan bagi pendukung Prabowo-Sandi terkait dengan sikap politik Demokrat yang merapat ke Jokowi sebelum putusan sidang MK.

Demokrat-pun dianggap telah mengkhianati marwah kejuangan Koalisi Adil Makmur. Pun demikian dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Namun sikap berbeda ditunjukan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), bahkan ketika koalisi dibubarkan pun, PKS tetap menegaskan setia mendampingi Prabowo.

Sekjen PKS Mustafa Kamal menegaskan, partainya akan selalu berjuang besama Partai Gerindra. "Kami tidak akan meninggalkan Pak Prabowo dan nggak akan meninggalkan Gerindra. Kami akan selalu bersama," kata Mustafa di Jakarta, seperti dikutip situs nasional, Jumat (28/6/2019).

Dia pun berharap parpol pengusung 02 untuk tetap bersama guna saling mendukung untuk mewujudkan visi Indonesia yang adil dan makmur.

"Kami berharap kepada seluruh parpol agar bisa begitu, khususnya di Koalisi Adil Makmur, dalam agenda politik bersama. Kita cari substansi dan akan saling mendukung untuk visi Indonesia adil makmur," jelasnya.

Tak hanya itu, Mustafa pun mengatakan pihaknya sudah menyampaikan harapannya kepada ketua umum Partai Gerindra "Kami ada harapan yang sudah disampaikan kepada Prabowo. Tapi semuanya akan kami kembalikan kepada Prabowo. Sekali lagi, kami akan tetap setia," jelasnya.

Sementara itu, pasca pembubaran koalisi adil makmur, Demokrat telah menawarkan 14 program prioritas untuk Jokowi, namun tawaran itu mendapat respon ketus dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf. TKN meminta Demokrat jangan menjadi partai yang seolah paling berpengalaman.

"Kita juga punya program juga yang sudah tertuang dalam RPJMD dan visi-misi capres dan cawapres dan itu tidak sembarangan. Jadi jangan merasa Partai Demokrat itu seolah-olah yang paling bisa," kata anggota TKN Jokowi-Ma'ruf, Achmad Baidowi (Awiek) saat dimintai tanggapan, seperti dikutip sitrus nasional, Sabtu (29/6/2019).

Awiek menilai Jokowi sudah cukup pengalaman dalam memimpin pemerintahan. Selain itu dia juga mempertanyakan mengapa Demokrat tidak menawarkan program tersebut ke Prabowo Subianto.

"Pak Jokowi juga punya pengalaman. Koalisi Indonesia Kerja juga punya pengalaman. Jadi tidak terpengaruh lah. Ya kenapa tidak ditawarkan ke Prabowo?" sindir Awiek.

Meskipun demikian TKN tetap menghargai sikap Demokrat. Namun, dia mengatakan bahwa Jokowi belum tentu tertarik dengan tawaran tersebut.

Demokrat sebelumnya berbicara mengenai 14 program prioritas yang diklaimnya sebagai aspirasi dari rakyat. Waketum Demokrat Syarief Hasan mengklaim, jika Jokowi mampu merealisasikan 14 poin tersebut, rakyat akan sejahtera.

Penulis:
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga