POGI Pastikan AMDK Galon Guna Ulang Aman untuk Janin dan Balita

“Jadi safety limitnya sangat jauh sekali. Masalah seperti komplikasi kanker, hipertensi, pendarahan yang terjadi pada ibu hamil, itu jauh lebih besar, dan juga masalah seperti gizi buruk dan stunting justru ada di depan mata kita,” ucap dokter Alamsyah.

Dia juga menjelaskan bahwa tidak semua zat berpengaruh atau zat berbahaya bisa menembus ke plasenta karena memiliki sistem barrier atau sistem pertahanan.

“Jadi, plasenta ini memiliki pertahanan untuk meniadakan terjadinya transmisi secara vertical, baik itu sifatnya yang seperti BPA atau seperti virus juga, sehingga justru malah zat berbahaya itu masuk ke hati dan dilakukan sirkulasi di sana,” ungkapnya.

Selain aman untuk ibu hamil, penggunaan AMDK galon guna ulang ini juga aman dikonsumsi anak-anak balita seperti yang disampaikan dokter spesialis anak, Dr. dr. Farabi El Fouz, Sp.A, M.Kes. Menurutnya, selama kemasan itu sudah dinyatakan aman oleh BPOM dan Kemenperin, maka aman untuk dikonsumsi.

“Selama itu sesuai dengan aturan BPOM silahkan (dikonsumsi). Tapi kalau misalnya tidak sesuai ya jangan. Jadi, selama BPOM yang mengeluarkanarahan kita harus ikuti. Kalau BPOM sudah mengatakan kemasan itu aman, itu sudah jaminan mutu pasti aman. Karena BPOM kan pelindung kita sebagai masyarakat,” katanya.

BPOM tahun 2021 ini baru saja melakukan pengujian laboratorium terhadap sampling kemasan AMDK jenis polikarbonat (PC) atau galon guna ulang. Hasilnya, adanya migrasi Bisfenol A (BPA) dari kemasan galon sebesar rata-rata 0,033 bpj.

Nilai ini jauh di bawah batas maksimal migrasi yang telah ditetapkan BPOM, yaitu sebesar 0,6 bpj. BPOM memastikan kepada masyarakat bahwa air minum dalam kemasan (AMDK) galon guna ulang yang beredar hingga kini aman untuk dikonsumsi.

Selain itu, BPOM juga melakukan pengujian cemaran BPA dalam produk AMDK. Hasil uji laboratorium (dengan batas deteksi pengujian sebesar 0,01 bpj) menunjukkan cemaran BPA dalam AMDK tidak terdeteksi.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga