Polda Metro Jaya Didesak Ambil Alih Kasus Korupsi di Dinas Pendidikan Jakarta

Gambar Ilustrasi

Komite Pemantau Jakarta Bersih masih menyangsikan penanganan kasus korupsi yang menyeret Direktur PT Mesindo Semesta Insani, Adang Evi Bunyamin (AEB).

Jakarta, Akuratnews.com - Pasca Polres Jakarta Utara menetapkan dan menjebloskan ke penjara Direktur PT Mesindo Semesta Insani, Adang Evi Bunyamin (AEB) atas kasus dugaan tindak Pidana Korupsi, Ketua Komite Pemantau Jakarta Bersih Faisal Rahman mengapresiasi kinerja Polres Jakarta Utara dalam menangani kasus korupsi di Kantor Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Utara tersebut.

Namun demikian, Faisal masih menyangsikan kalau Polres Jakarta Utara bisa menuntaskan kasus ini.

"Sebab Adang juga diduga bertanggung jawab di dua kasus lain. Kasus pertama yakni dugaan tindak pidana korupsi Pengadaan Alat Olahraga di Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Administrasi Jakarta Selatan Yang saat ini tengah ditangani oleh Polres Jakarta Selatan." ujar Ketua Komite Pemantau Jakarta Bersih Faisal Rahman dalam rilisnya yang diterima Akuratnews, Rabu (12/2/2020).

Kasus korupsi kedua yang dilakukan Adang menurut Faisal yaitu dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Barang berupa Lampu LED Broadcasting SMA/SMK tahun anggaran 2014.

"Ini terjadi di Suku Dinas Pendidikan Menengah Kota Jakarta Pusat yang saat ini sedang ditangani oleh Polres Jakarta Pusat." imbuh Faisal.

Lantaran kedua kasus korupsi Adang tersebut tak ditangani baik di Polres Jakarta Utara maupun Polres Jakarta Selatan, Faisal mendesak pihak Polda Metro Jaya untuk segera mengambil alih dan menuntaskan tiga kasus korupsi di lingkup Dinas Pendidikan Jakarta tersebut.

Sebelum kasus ini benar-benar diambil oleh Polda Metro Jaya,
Faisal menyebut jika sebaiknya Polres Jakarta Utara lebih tegas dan sigap lagi dalam menangani kasus ini.

"Apalagi kami mendengar desas desus akan ada operasi untuk membebaskan tersangka dari tahanan." tutup Faisal.

Penulis: Sugiharto

Baca Juga