Polda Metro Jaya Himbau Masyarakat Tidak Gunakan Otopet di Jalan Raya

Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar
Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar

Jakarta, Akuratnews.com - Dua pengguna GrabWheels, Wisnu dan Ammar, tewas tertabrak di Senayan, Jakarta. Korban dihantam DH pengemudi Camry. Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar menghimbau kepada penguna otopet listrik tidak di gunakan di jalan Raya.

"Saat ini masih melakukan kordinasi dengan kementrian  perhubungan darat otopet listrik ini di katagorikan sebagai sepeda motor atau tidak. " Kata Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar di Polda metro Jaya.

Fahri melanjutkan Saat ini Pihak kepolisian  juga melihat banyaknya penguna otoped listrik yg di gunkan di jalan raya. Di sini harus ada pemikiran dari pengelola agar pengunaan otopet listrik di gunakanya lingkungan masyarakat. Agar  tidak menimbulkan kecelakaan lalulintas

"karena Ada sebagian tempat yg sudah di jadiakan tempat  penyewaan, point to point. "Terangya

Pihak kepolisian sulit mengawasi bila penguna otopet listrik di gunakan di jalan raya karena kecepatan sangat lumayan 30 sampai 40 kilometers perjam.

Di beritakaan sebelum ke empat orang yg selamat dan mengalami luka2 yaitu Fajar Wicaksono, Bagus, Wulan, dan Wanda.

Salah satu korban selamat dalam kejadian itu, Fajar, bercerita, peristiwa itu berawal saat ia dan teman-temannya mengendarai otoped listrik yang disewakan dari FX Sudirman.

Kemudian, otoped listrik yang dikendarai Amar dan Wisnu kehabisan baterai.  Tiba-tiba, ada mobil Camry dari belakang yang menabrak kencang enam orang tersebut. Akibatnya, mereka berenam terlempar karena tertabrak mobil.

Saat dilihat, Ammar dan Wisnu sudah tak sadarkan diri hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit terdekat. Mereka kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Penulis: Edi Suroso
Editor:Redaksi

Baca Juga