Polisi Akan Kembali Gelar Perkara Kecelakaan Novanto Pekan Depan

Jakarta, Akuratnews.com - Penyidik Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya (Ditlantas PMJ) akan melakukan gelar perkara ketiga kecelakaan lalu lintas yang menimpa Ketua DPR RI Setya Novanto. Mobil Toyota Fortuner hitam B 1732 ZLQ yang ditumpangi Novanto menabrak tiang listrik.

"Pekan depan kemungkinan sudah bisa dilakukan gelar perkara ketiga," kata Komisaris Besar Polisi Halim Pagarra, Direktur Lalu Lintas PMJ di Jakarta, Minggu (26/11).

Halim mengatakan, gelar perkara ketiga nanti untuk menentukan pasal yang akan dikenakan kepada tersangka Hilman Mattauch. Hilman mengemudikan mobil tersebut dan menabrak tiang listrik di daerah Permata Hijau, Jakarta Selatan (Jaksel). Saat itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang memburu Novanto setelah lolos saat akan dijemput paksa dari rumahnya.

Penyidik kepolisian, kata Halim, juga akan membuka seluruh alat bukti, seperti keterangan saksi, keterangan ahli, surat petunjuk hasil visum, dan keterangan tersangka Hilman. Penyidik juga masih menunggu hasil analisis dari Agen Pemegang Merek (APM) Toyota yang meneliti kondisi kendaraan.

Halim juga menyebutkan, penyidik akan menanyakan penyebab kaca kiri bagian tengah yang pecah. Penyidik Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah memeriksa Novanto di KPK pada hari Kamis kemarin (23/11).

Kepada penyidik, Novanto mengaku tidak sadarkan diri usai kendaraan yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. Novanto menunjukkan luka pada bagian kepala, bahu bagian dalam, dan dahi setelah kecelakaan tunggal itu.

Namun, menurut Halim, Novanto tidak mengetahui luka itu apakah akibat terbentur kaca, pintu bagian dalam, atau kursi kendaraan lantaran ia mengaku langsung pingsan usai mobil menabrak tiang listrik.

Sebelumnya, kendaraan yang ditumpangi Novanto terlibat kecelakaan tunggal di kawasan Permata Hijau Jakarta Selatan pada hari Kamis (16/11) sekitar pukul 19.00 WIB. Penyidik KPK memasukkan nama Novanto ke dalam daftar pencarian orang (DPO) lantaran tidak berada di kediamannya saat akan dibawa paksa usai mangkir dari beberapa kali panggilan.

Sedangkan akibat kecelakaan tersebut, Polda Metro Jaya menetapkan Hilam Mattauch sebagai tersangka karena diduga lalai saat mengemudikan mobil, hingga mengakibatkan kecelakaan dan orang lain terluka.

Polisi menyangka Hilman melanggar Pasal 283 juncto Pasal 310 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dengan ancaman paling lama tiga bulan kurungan penjara. (Fajar)

Penulis:

Baca Juga