Polisi Amankan Enam Orang Dalam Kericuhan Kongres HMI di Surabaya

Surabaya, Akuratnews.com - Polisi mengamankan 6 orang yang diduga sebagai biang kericuhan dan pelaku pengerusakan gedung Islamic Center saat Kongres XXXI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Surabaya.

Kepada Wartawan, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Avinta mengatakan
pengamanan terhadap 6 orang kader HMI tersebut merupakan dukungan pihak kepolisian agar Kongres dapat berjalan dengan aman dan lancar.

"Tadi ada miss komunikasi diantara mereka, ada yang membanting kursi dan memancing kekisruhan. Atas permintaan panitia, kami amankan 6 orang, dan sekarang masih dalam pemeriksaan," ungkap Nico, saat di Temui di Islamic Center, pada Rabu (24/3/21) dini hari.

"Saya dan jajaran akan mendukung jalannya kongres ini. Kami tahu bahwa HMI adalah organisasi yang sudah lama dan tahu terkait demokrasi. Semoga kongres ini bisa berjalan dengan aman dan tertib," tambahnya.

Terkait molornya waktu penutupan kongres, yang seharusnya selesai pada Senin (22/3/21), Kapolda menjelaskan, pihaknya sudah bersepakat dengan Gubernur Jatim dan Pangdam, untuk menyetujui permintaan Panitia agar diberikan tambahan waktu.

"Itu bukan toleransi waktu, namun berdasarkan permintaan oleh pihak panitia yang disampaikan kepada Pemprov, dan saya, ibu Gubernur serta Pangdam, mendukung supaya jalannya kongres ini bisa selesai," terang Nico.

Nico juga mengatakan, jika hingga batas waktu sesuai perijinan acara kongres dua tahunan tersebut belum selesai, maka pihaknya mengembalikan kepada panitia, agar melakukan sesuai mekanisme .

Sebelumnya diberitakan, Kongres XXXI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Surabaya diwarnai kericuhan. Setelah sejumlah peserta kongres mengamuk.

Ketua Umum Badko HMI Jawa Timur Yogi Pratama saat dikonfirmasi mengatakan, kericuhan dipicu oleh beberapa peserta kongres yang mengamuk lantaran merasa usulannya tak diakomodir.

Diakui Yogi, kelima peserta itulah yang terlihat sejak awal sengaja menghambat jalannya kongres.

Penulis:

Baca Juga