Polisi Didesak Bebaskan 34 Mantan Buruh Freeport

Jakarta, Akuratnews.com - Sejumlah massa yang menamakan dirinya Aliansi Cepat Tanggap (ACT) menggelar aksi di depan Mapolda Metro Jaya, Kamis (14/2). Massa yang terdiri dari puluhan mahasiswa ini menuntut polisi membebaskan 34 mantan buruh PT. Freeport yang ditahan sejak tadi malam.

Mantan buruh tersebut diamankan pasca insiden kericuhan di depan Istana Negara. Salah satu spanduk yang dibentangkan para pendemo tertulis "Penuhi Hak-Hak Buruh Freeport".

"Kami ke sini untuk menuntut polisi membebaskan kawan Freeport, ada 34 orang yang ditahan di dalam (Polda)," ujar koordinator Hendrik Goni saat aksi.

Hendrik menjelaskan, mulanya terjadi insiden kericuhan saat rombongan Presiden Jokowi melintas di depan Istana. Rombongan Presiden melintas dekat dengan tenda yang didirikan para buruh sekira pukul 18.30 WIB.

Saat itu, ada juga sekelompok massa dari Awak Mobil Tangki (AMT) yang juga tengah melakukan aksi. Ketika rombongan lewat, kelompok AMT berusaha membarikade jalan dan ingin menemui Jokowi, namun dihalangi polisi dan Paspampres.

"Sebenarnya mereka (AMT) sudah pernah bertemu pihak istana sebelumnya, tapi mereka karena belum puas atas kesepakatanya, mereka aksi lagi dan ketika ada Presiden Jokowi lewat mereka memblokade jalan," katanya.

Setelah itu, sambung Hendrik, sejumlah orang diamankan pihak kepolisian. Hal ini menurutnya salah sasaran, pasalnya buruh Freeport tidak melakukan penghadangan terhadap rombongan Presiden.

"Kawan-kawan karyawan Freeport ini tidak melalukan apa-apa, mereka diam duduk di tenda. Setelah itu, mereka terlihat ikut diangkut secara paksa," terangnya.

Seperti diketahui, 34 orang buruh Freeport yang ditahan itu merupakan kumpulan karyawan Freeport yang mengalami pemecatan sepihak. Sudah sekitar 13 hari mereka mendirikan tenda dekat Istana dengan harapan dapat menyampaikan aspirasinya langsung ke Jokowi.

Jurnalis: Edi Suroso
Publisher: Ahmad

Penulis:

Baca Juga