oleh

Polisi Diminta Dalami Peran SBY soal Dugaan Mahar Sandiaga

Jakarta, Akuratnews.com – Kasus dugaan mahar politik Sandiaga Uno dinyatakan tidak terbukti setelah Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) tidak bisa mendapatkan keterangan dari Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief selaku pihak yang mengungkap.

Bawaslu menyatakan bukti-bukti bahwa Sandiaga telah memberikan kepada PAN dan PKS masing-masing Rp. 500 Milyar sangat minim karena pelapor yakni Federasi Indonesia Bersatu (Fiber) hanya membawa pernyataan Andi yang empat kali mangkir dari panggilan Bawaslu.

Ketua Progres 98, Faizal Assegaf menilai dugaan mahar politik dari bakal calon wakil presiden ini perlu diusut tuntas karena bisa menjadi fitnah jika tidak benar. Namun jika benar, mahar politik tidak etis dan menyalahi fatsoen politik.

“Diamnya Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dalam perkara mahar politik mengindikasikan suara keras Andi Arief atas restunya, dan Demokrat punya bukti kuat,” kata Faizal di Jakarta Selatan, Kamis (06/09/2018).

Dia menegaskan sudah saatnya pihak Kepolisian mengambil alih kasus dugaan mahar politik yang bisa dikategorikan sebagai sogokan itu. Menurutnya, Andi harus bertanggung jawab jika dalam penyelidikan dan penyidikan nantinya dugaan mahar Sandiaga tidak terbukti.

Faizal lantas meminta SBY segera memberikan keterangan resmi selaku ketua partai yang menaungi Andi. “Meminta pihak Kepolisian untuk segera mengambil langkah hukum untuk melakukan penyidikan terkait dengan tansaksi mahar Rp. 1 T dan menyelidiki sumber aliran dana tersebut,” tukasnya.

Polisi, lanjut Faizal harus segera memanggil Andi untuk dilakukan pemeriksaan agar tidak menimbulkan kegaduhan dan polemik di masyarakat. “Progres 98 akan menyampaikan persoalan ini kepada Komisi Informasi Publik untuk segera menggali informasi-informasi lebih lanjut,” pungkas dia. (Ysf)

Komentar

News Feed