Polisi Jakbar Ungkap Puluhan Ribu Narkoba di Wilayah Bogor

Bogor, Akuratnews - Bersama dengan unsur Kodim dan Polresta Bogor, pihak kepolisian Metro Jakarta Barat melakukan gelar perkara di lokasi pembuatan narkoba jenis pil ekstasi di dalam Perumahan Sentra Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Bogor, Senin,(24/9/2018).

Dari hasil gelar perkara ditemukan 16 barang bukti antaralain 3 mesin alat cetak ekstasi, 2000 butir pil eximer, bubuk red pospor, bubuk key, bahan baku epheridrine dan bubuk evicel.

Dari bahan-bahan yang ditemukan, polisi memprediksi pabrik itu bisa hasilkan lebih dari 10 ribu butir pil ekstasi dan tergolong narkoba jenis baru.

Dalam keterangannya, Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan ekstasi yang di sita tergolong narkoba jenis baru. "Barang tersebut mengandung efek yang sangat berbahaya," terangnya di lokasi pabrik narkoba.

Dari hasil keterangan pelaku, Hengki menyebut dalam satu hari, pelaku mampu memproduksi 500 butir pil ekstasi dengan harga jual per satu butirnya senilai Rp.150 ribu. Saat ini telah diamankan sebanyak 3000 butir ekstasi.

Ditempat pembuatan, polisi menemukan sejumlah bahan-bahan pembuatan narkoba jenis ekstasi. Dari temuan bahan itu, pihak Puslabfor Bareskrim Polri memprediksi akan mampu hasilkan lebih dari 10 ribu butir narkoba jenis exstasi.

"Jika diproduksi, bahan narkoba yang jadi barang bukti ini bisa menjadi 10 ribu butir lebih," jelas Kombes.Pol. Sodiq pratomo Kabid narkoba Pusat Laboraturium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri pada Akuratnews.

Di lokasi pabrik narkoba, Sodiq juga mengatakan dari banyak barang bukti yang disita dan merupakan tergolong langka antara lain, bubuk yodium, red pospor, epheridrine, dan bubuk evicel. Barang itu dapat merusak otak dan generasi penerus bangsa.

Kepada tiga tersangka, polisi menjerat dengan sejumlah pasal berlapis. Tersangka SI, dijerat pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 subsider 111 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Tersangka AP dan RS dikenakan pasal 113 ayat 2, subsider pasal 114 ayat 2, subsider pasal 112 ayat 2 junto pasal 132 ayat 2. UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika golongan satu bukan tanaman. Ancaman hukumannya seumur hidup. (Eko)

Penulis:

Baca Juga