Polisi Masih Dalami Peran Terduga Teroris yang Ditangkap di Sulawesi Tengah

Ilustrasi Densus 88

Jakarta, Akuratnews.com - Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror tengah mendalami peran SA, seorang dari tiga terduga teroris yang ditangkap di Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu. Densus 88 merasa perlu mendalami kiprah SA karena dianggap paling berbahaya.

"Memang dari ketiga terduga teroris yang diamankan, Densus 88 saat ini tengah fokus mendalami kiprah tersangka SA," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di kantor Humas Mabes Polri di Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Alasannya, kata Dedi, karena hanya dialah yang kedapatan memiliki perlengkapan untuk membuat bom pipa. Menurut Dedi, SA memiliki kemampuan untuk merakit bom. Bahkan dari hasil pemeriksaan, ia bersama rekannya telah mengikuti idad atau pelatihan militer.

“Kami mendalami dari mana dia belajar merakit bom itu,” kata Dedi.

Selain SA, Dedi melanjutkan, dua terduga teroris yang juga diamankan tim Densus 88 yakni berinisial ZA dan A. Ketiganya diketahui merupakan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Dedi mengungkapkan, ketiga terduga teroris ZA, SA dan A rencananya hendak bergabung dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Bahkan, ketiganya telah menyiapkan logistik sebagai bekal untuk bergabung sebelum akhirnya ditangkap Densus 88.

Dedi meyakini ada perantara yang menjadi penghubung antara ketiga anggota JAD tersebut dengan kelompok MITpimpinan Ali Kalora tersebut. Pasalnya, kata Dedi, tak mungkin mereka datang tanpa ada penghubung.

Karena itu, Densus 88 Antiteror tengah mendalami pihak yang diduga menjadi perantara antara kedua kelompok terudga teroris itu. Setelah diketahui identitasnya, pihaknya akan mengamankan sang perantara tersebut.

“Masih didalami apakah ada LO (Lisense Officer) di Sultengnya. Kalau ada akan dilakukan penegakan hukum. Tidak mungkin mereka datang tanpa ada penghubung,” ucap Dedi.

Sementara itu, Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Lukman Wahyu Hariyanto, mengatakan ketiga terduga teroris yang ditangkap tersebut merupakan warga Kota Palu, Sulawesi Tengah. Selain mengamankan ketiganya, pihak Densus 88 menyita sejumlah dokumen dan senjata api.

“Iya, penangkapan dilakukan oleh Densus 88. Ada dokumen dan senjata api ditemukan,” kata Lukman.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Baca Juga