Polisi Masih Lakukan Penyelidikan Soal Tewasnya Tersangka Ranmor di Mapolresta Depok

Depok, Akuratnews.com - Kepolisian Resort Kota Depok kini masih lakukan penyelidikan terkait tewasnya tersangka pencurian kendaraan bermotor, Yulius Lucas Tahapary (35) di Mapolresta Depok pada Rabu,(14/11/2018).

Melalui Kasubag Humas Polresta Depok, AKP Firdaus mengatakan pihaknya masih lakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. "Hingga kini, prosesnya masih running. Pihak Propam telah lakukan pemeriksaan terhadap petugas piket dan beberapa orang tahanan Polresta Depok," jelas Firdaus, saat ditemui di Mapolresta Depok, Jumat,(16/11/2018).

Menurutnya sejauh ini ada enam petugas piket di ruang tahanan yang telah diperiksa. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap tiga orang tahanan yang ada di ruang tahanan empat, tempat Yulius ditahan.

Upaya penyelidikan tersebut tetap dilakukan sejak peristiwa itu terjadi. Saat itu pihaknya tahu setelah ada informasi dari dalam tahanan kepetugas piket di ruang tahanan Polresta Depok.

"Pihak kami mendapat informasi dari dalam tahanan kalau ada salah seorang tahanan yang tidak sadarkan diri. Saat itu Yulius Lucas Tahapary (35) ditemukan tidak sadarkan diri di lorong ruang tahanan," kata Firdaus di ruang kerjanya.

Saat itu, lanjut Firdaus, langsung ada atensi dari pimpinan. Penyelidikan secara internal langsung running hingga saat ini dan masih belum disimpulkan atas kejadian itu.

"Proses penyelidikan masih dilakukan secara marathon untuk mendapatkan hasil yang objektif," ujarnya.

Yulius, tersangka Ranmor di tangkap pada Senin,(12/11/2018). dan pada Selasa,(13/11/2018) langsung dilakukan realese dari pihak Polresta Depok.

Dikatakan Firdaus, saat masuk tahanan korban dalam kondisi sehat dan kami yakinkan tidak ada kekerasan pada saat proses pemeriksan. "Jadi tidak ada kekerasan di dalam pemeriksaan," jelasnya.

Mengenai kekerasan dalam tahanan sejauh ini masih dalam proses penyelidikan. Sebab penyebab kematian masih belum diketahui lantaran tidak dilakukan outopsi.

"Sampai saat ini masih belum ada data terbaru soal penyelidikan pada kasus tersebut. Dalam ruang tahanan ada empat kamar dan satu aula. Untuk korban mengisi kamar empat," kata Firdaus.

Kesempatan terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Penulis Jurnalistik Indonesia (DPC IPJI) Kota Depok, Anis Muriany mengatakan proses hukum harus tetap berjalan karena Yulius meninggal saat di Mapolresta.

Dirinya juga menilai ada kejanggalan pada kematian tersangka Ranmor tersebut. Pihaknya mengaku akan mendorong hingga tuntas penyelesaian kasus kematian Yulius.

Anis mengaku akan meminta klarifikasi pada pihak Polerta Depok. "Kami akan datangi pihak Polresta pada satu pekan kedepan untuk mendapat kejelasan terkait kejadian tersebut," ujarnya, Jumat,(16/11/2018) malam.

Langkah tersebut dilakukan pihaknya atas dasar kemanusiaan terebih, kejadian itu merupakan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah hukum Depok. Pihaknya mengaku akan menemui pihak keluarga Yulius esok hari. (Eko)

Penulis:

Baca Juga