Polisi Minta Yang Terlibat Pengeroyokan TNI AL Menyerahkan Diri

Kombes Pol Gatot Repli Handoko

Surabaya, Akuratnews.com - Setelah menangkap empat pemuda yang melakukan mengeroyok anggota TNI AL Pratu Marinir Jehezkial Yusuf Sakan (28) di pintu keluar terminal Purabaya Bungurasih, polisi memastikan mereka merupakan otak aksi keji tersebut.

Diduga pelaku pengeroyokan tak hanya empat, namun lebih dari sepuluh orang. Sisa pelaku yang terlibat itu saat ini masih diburu.

"Mereka ada yang meneriaki maling dan mengeroyok. Sisanya yang masih dikejar itu yang 55 (Pasal 55 ayat 1 KUHP turut serta melalukan pengeroyokan,red)," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, di Mapolda Jatim, Senin (24/5).

Dihadapan awak media, dengan tegas Gatot meminta para pelaku yang terlibat aksi pengeroyokan itu untuk menyerahkan diri.

"Daripada ditangkap lebih baik menyerah,” tegasnya.

Untuk korban mengalami luka di bagian kepala, pelipis mata, dan badan. Usai ditemukan terkapar oleh warga Jehezkial langsung dibawa menuju RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.

Siang harinya pada Minggu (23/5) dia sudah diperbolehkan pulang ke rumah.

Keempat pelaku yang ditangkap di antaranya berinisial UNH (20) asal Trenggalek, Moch RTR (19), FCP (19), dan YMK (20) yang semuanya asal Waru, Sidoarjo.

Sebelumnya diberitakan Seorang pemuda yang belakangan diketahui merupakan anggota TNI AL berpangkat Pratu Marinir berinisial JSK (28), ditemukan warga terkapar penuh luka di pintu keluar Terminal Bus Purabaya Bungurasih, Medaeng, Waru, Sidoarjo, Minggu (23/5) dini hari.

Penulis:

Baca Juga