Polisi Periksa Tiga Saksi Terkait Penganiayaan Pegawai KPK

Jakarta, Akuratnews.com - Polda Metro Jaya telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi penganiayaan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/2/2019) lalu.

Hasil pemeriksaan itu, nantinya akan dilakukan analisi di Labfor Mabes Polri.

Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono di Jakarta, Rabu (6/2).

"Sesuai dengan apa yang dilakukan oleh penyidik, pertama 3 sekurity di TKP sudah diepriksa, penyidik sudah menyita CCTV, kita sedang bungkus CCTV akan segera kita kirim ke Labfor," ungkap Argo.

Selain itu, kata Argo, penyidik juga telah mengagendakan pemeriksaan terhadap dua belah pihak. Agenda pemeriksaan telah berjalan sejak pukun 11.00 tadi.

"Sesuai dengan agenda kita agendakan pukul 11.00 tadi. Kita akan meminta keterangan kepada pelapor dan korban," ungkap Argo.

Karena itu, lanjut Argo, konfrontasi tersebut dilakukan penyidik agar kasus penganiayaan itu secepatnya menemukan titik.

Namun Argo sendiri belum bisa membeberkan hasil konfrontasi kedua belah pihak tersebut. Pasalnya, penyidik sedang bekerja.

"Masalah teknis akan kita komunikasikan antara penyidik dg pegawai KPK. Nanti hasilnya ya," ungkap Argo.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menuturkan, kejadian penganiayaan terhada anggotanya itu dilakukan menjelang tengah malam kemarin, Sabtu, 2 Februari 2019 di Hotel Borobudur, Jakarta.

“Saat itu Pegawai KPK ditugaskan untuk melakukan pengecekan di lapangan terhadap informasi masyarakat tentang adanya indikasi korupsi,” tutur Febri lewat keterangan tertulisanya, Jakarta, Minggu (3/2/2019).

Dua pegawai KPK yang bertugas tersebut, mendapat tindakan yang tidak pantas dan dianiaya hingga menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh. Meskipun telah diperlihatkan identitas KPK namun pemukulan tetap dilakukan terhadap pegawai KPK.

“Sehingga kami memandang penganiayaan yang dilakukan terhadap dua pegawai KPK dan perampasan barang-barang yang ada pada pegawai tersebut merupakan tindakan serangan terhadap penegak hukum yang sedang menjalankan tugas,” imbuhnya.

Penulis: Edi
Editor: Ahmad

Penulis:

Baca Juga