oleh

Polisi Ringkus Pemerasan Lewat Video Call Sex

Jakarta, Akuratnews.com – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap pelaku tindak pidana dengan modus memberi layanan video call sex (VCS). Pelaku berinisial SF (25) diamankan di Sidrap, Sulawesi Selatan pada Rabu (6/2/ 2019).

Kepala Unit III Dit Tipidsiber Bareskrim Polri AKBP Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, kerja pelaku ini dimulai dengan menghubungi korban via Facebook atau Whatsapp Video Call yang sesuai dengan nomor korban yang dicantumkan pada profil akun media sosial.

“Jadi dia akan menawarkan korban untuk melakukan VCS atau Video Call Sex dengan para korban dengan tarif sejumlah uang dan atau pulsa,” ungkap Pandra di Bareskrim, Jakarta Pusat, Jumat (14/2).

Saat komunikasi video call berlangsung, nanti pelaku akan menampilkan video adegan seksual.

Namun, bila korban sudah terperdaya dan ikut telanjang bulat dan menikmati video dari pelaku. Maka, pelaku diam- diam akan merekam adegan dan menyimpan file tersebut.

“Pelaku kemudian akan mengancam korban dan memaksa korban agar mengirimkan sejumlah uang, bila permintaan tidak dipenuhi maka pelaku akan mengedarkan file video tersebut kepada teman-teman korban di media sosial,” ungkapnya.

Dari hasil penyidikan, kata Pandra,  diketahui SF telah memulai menawarkan jasa pelayanan VCS sejak bulan Februari 2018.

Di mana korban atau pengguna facebook yang sudah mengikuti jasa VCS (Video Call Sex) sekitar 100 (seratus) lebih.

“Jumlah kerugian yang dilakukan pemerasan hingga Rp 30 Juta per korban,” ungkapnya.

“Hasil kejahatan iti ditampung di beberapa Rekening Bank yang digunakan yaitu BCA, BRI, BNI,” tuturnya.

Tak hanya itu, ternyata pelaku melancarkan aksinya itu dengan dua rekannya berinisial AY dan FB. Di mana peran AY membantu melakuan teror dan ancaman kepada korban, dan VB menyediakan sarana perbankan.

“Kedua pelaku AY dan VB telah dimasukkan ke dalam DPO Daftar Pencarian Orang,” ungkapnya.

Tersangka akan dijerat Pasal 29 jo 30 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1), dan (4) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 369 KUHP, dan Pasal 3, 4, dan 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Ancaman hukuman maksimal bagi tersangka adalah 20 tahun penjara.

Jurnalis: Edi Suroso
Publisher: Ahmad

Loading...

Komentar

News Feed