Polisi Serahkan Kasus Pornografi Bermodus Fotografi ke JPU

Lumajang, Akuratnews.com - Kasus pornografi dengan modus fotografi yang dilakukan oleh 3 pria melalui media sosial telah memasuki tahap kedua, dengan lengkapnya berkas tersangka atau P21 oleh Jaksa Penuntut umum (JPU).

Pihak Kepolisian menyerahkan kasus tersebut kepada JPU pada Jumat (14/12/2018) guna menuju proses selanjutnya dikarenakan banyaknya korban.

Satreskrim Polres Lumajang juga sudah mendata 7 TKP yang sering dijadikan lokasi pemotretan, diantaranya Pemakaman Tionghoa di Suko dan gudang di PG Djatiroto.

Baca juga: 97% Anak Terpapar Pornografi

Dari banyaknya korbannya ada satu korban yang melaporkan tindakan bejat tersangka, yaitu perempuan berinisial MPS (15) pelajar kelas 1 pada salah satu SMK di Jember.

Kejadian ini terjadi pada Minggu 13 Agustus 2018 sekitar jam 10.00 WIB di bangunan bekas Plaza DS, Kecamatan Tanggul, Jember. Korban melaporkan tindakan tersebut ke Polres Lumajang pada Sabtu 18 Agustus.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban menegaskan proses penanganan kasus yang cukup menghebohkan ini telah masuk tahap kedua yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti atau P21.

Baca juga: Polisi Tangkap Tiga Pengedar Film Porno Gay Anak-anak

"Kami menyerahkan kasus ini kepada Jaksa Penuntut Umum untuk proses lebih lanjut. Saya harap kejadian keji ini tidak terjadi kembali mengingat hanya manusia terkutuk yang melakukan hal sehina ini sampai merendahkan derajat kaum hawa. Apalagi korbannya anak di bawah umur," ujar Arsal.

Para pelaku dijerat 3 pasal berbeda, yakni :
Pasal 37 Jo Pasal 11 UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, Pasal 82 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 81 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Terhadap Anak.

Pelaku yang dijuluki Mastenk sang master hunting foto bugil bersama dua orang pelaku lainnya mendapatkan foto bugil korbannya dengan modus sebagai jasa fotografi. Menurut Mastenk, pada saat hunting tersebut ada tiga fotografer yakni dirinya bersama AN dan AR atau yang dikenal dengan sebutan Kraishoot.

Baca juga: Sempat Gelar Nobar Dikelas, Penyebar Video Porno Mojang Karawang Ditangkap Polisi

Mastenk seperti sudah terdidik dalam mengelabui korbanya dengan lihai, leluasa, serta menggunakan jurus rayuan gombalnya yang bisa membuat korbanya menuruti kemauan dari sang Master tersebut.

Sejauh ini dari pengakuan Mastenk, sudah ada 40-an model yang pernah difotonya dan berlangsung selama 2 tahun dengan rentang waktu mulai tahun 2016 hingga tahun 2018.

Obyek foto mayoritas perempuan anak yang berdomisili di Lumajang, Jember dan Malang yang dikenal melalui jaringan media sosial.

Baca juga: Oknum Guru Pengirim Gambar Porno ke Murid Bermotif Kepuasan Seks

Mereka selanjutnya diajak hunting foto bak model profesional yang dilakukan di beberapa tempat yang berbeda-beda seputaran Lumajang.

"Awalnya memang foto biasa pakai baju, kemudian foto bugil. Saya cuma pegang-pegang puting, raba-raba” ujar Mastenk.

"Hanya untuk koleksi sendiri” tandasnya. Namun foto-foto tersebut akhirnya disebarkan melalui akun Facebook Mastenk Sang Master.

Penulis:

Baca Juga