Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Bocah di Surabaya

Surabaya, Akuratnews.com - Setelah 14 hari buron, usai melakukan penganiayaan terhadap JM (12), akhirnya tersangka Wahyu Buana Putra Morita (46), dibekuk Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Pelarian pelaku penganiayaan ynag menyebabkan kematian tersebut, berakhir di Masjid Al-Araaf di Pamulang, Tangerang, Banten.

"Tersangka ini tidak memiliki tempat tinggal tetap. Ia beristirahat di toko atau masjid," kata Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo, kemarin (11/6).

Dari keterangan tersangka diketahui ia melihat korban bersama anaknya bermain ponsel di rumah kosnya. Saat itu, tersangka timbul niat untuk merampas ponsel korban. Hingga akhirnya ia menghantamkan paving blok yang diambil dari depan kos ke korban.

"Paving itu dihantamkan dua kali ke arah kepala korban. Kemudian ia mengambil ponsel korban dan melarikan diri," ungkap Hartoyo.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian menjelaskan, tersangka ditangkap bersama kedua anaknya. Namun, saat ini anak tersangka sudah dititipkan. "Anak tersangka sudah dititipkan ke ibu kandung dan neneknya," katanya.

Di hadapan wartawan, tersangka mengaku, saat itu ia melihat korban bersama dua anaknya main game di luar kost. Kemudian korban disuruh main di dalam. Selanjutnya timbul niat untuk merampas ponselnya. Tersangka kemudian mengambil paving blok dan menghantamkan ke arah leher belakang korban sebanyak dua kali.

"Saat itu dia (korban) tidak pingsan yang ketiga kali saya merem. Saya tidak tega kemudian mendengar suara korban ngorok langsung saya ajak anak kabur," katanya sambil menangis.

Usai korban terkapar, tersangka mengajak dua anaknya kabur. Dua anaknya saat itu emlihat langsung sang bapak menganiaya temannya.

"Anak saya kaget dan takut, tapi saya langsung saja ajak kabur saat itu. Mereka nurut ikut saya," katanya.

Usai kejadian di kostnya di Jalan Kupang Krajan V-A, tersangka berjalan kaki ke Banyurip, Surabaya. Kemudian menjual ponselnya di Simo seharga Rp 500 ribu. Selanjutnya ia terus berjalan kaki dan naik angkot ke arah Jawa Barat.

Tersangka mengaku jika ia kadang jalan kaki dan makan meminta bantuan sepanjang perjalanan ke Jawa Barat. Hingga akhirnya ditangkap.

" Sempat 'nggandol' truk dan numpang mobil orang," jelasnya.
Wahyu mengaku, ia ingin mengambil ponsel korban untuk biaya pulang dan makan.

Tersangka mengaku bingung karena tidak bisa makan dan pulang sehingga nekat melakukan aksi keji tersebut.

Selama berada di Surabaya ia tinggal nomaden dan berdagang namun selalu rugi. "Saya pernah jual nasi goreng babat dan nasi kucing tapi gagal terus," ungkapnya.

Penulis:

Baca Juga