Polisi Gerebek Rumah Pembom Gereja Katedral di Bontoala

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., meninjau langsung lokasi terjadinya ledakan bom di Gereja Katedral Makassar Foto: bnpt

Makassar, Akuratnews.com - Terduga Pengeboman Gereja Katedral Makassar  yang berinisial L, merupakan warga Jalan Tinumbulu Lorong 132, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Makassar.

Hal ini diketahui setelah Polisi melakukan penggerebekan di rumah pribadinya yang berlangsung sejak pukul 10.30 WITA sampai menjelang sore.

Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol. Endra Zulpan membenarkan bahwa Polisi telah menggerebek rumah pribadi tersangka L yang diketahui bernama Lukman.

"Tim sudah bergerak melakukan penggerebekan bertujuan untuk mencari sejumlah pihak atau kelompok yang bersangkutan menyiapkan bom tersebut," Endra Zulpan kepada wartawan, Senin, 29 Maret 2021.

Selain melakukan penggeledahan di rumah pengebom Gereja Katedral, pihaknya juga mengambil sejumlah sampel dna dari anggota keluarga Lukman untuk dicocokan.

Sebagai informasi bahwa rumah kediaman L di Bontoala dekat dengan tempat tinggal ibu kandungnya.

"Iya, sampel dna diambil juga untuk dicocokan apakah anggota keluarganya atau bukan," ujar Endra Zulpan.

Kepada pewarta, dirinya menerangkan bahwa pihak keluarga terduga pengebom gereja sempat tidak percaya dengan kabar tersebut. Pasalnya, dari keterangan tetangga dan keluarga pelaku, L dikenal sebagai pemuda ramah, santun dan terbuka.

Hanya saja setelah menikah pada 7 bulan lalu dan mengenal istrinya, dia kelihatan berubah. Perilaku. L menjadi lebih tertutup dari lingkungan. misalnya seusai berjualan sebagai pengantar makanan dari jualan istrinya, L memilih tak kemana-mana.

"Keluarga pasti terkejut. karena terduga pelaku L adalah pribadi ramah, riang dan terbuka tapi memang beberapa bulan terakhir ada perubahan," ucap Endra Zulpan.

Sebelumnya,  Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah mengumumkan identitas salah satu pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan.

Identitas bomber peledak gereja diketahui berinisial LL sedangkan salah satu pelaku lainnya masih dalam penyelidikan karena bagian tubuh pelaku tidak utuh lagi.

"Perlu kami sampaikan juga kejadian tersebut dilakukan oleh dua tersangka tertangkap pertama sidik jari identik sedangkan tersangka kedua masih diidentifikasi oleh tim inafis dan labfor," kata Jenderal Pol Listyo Sigit pada Minggu, 28 Maret 2021.

Untuk diketahui dari keterangan Kepala Badan Nasional penanggulangan terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar memastikan bahwa bomber atau pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar adalah pasangan suami istri. Hal tersebut diketahui dari hasil investigasi yang dilakukan oleh tim BNPT di lapangan.

"Saya baru selesai rapat dengan Pak Kapolri kita membahas penegakan hukumnya dan Insyaallah hasilnya sangat bagus. Berhasil mengungkap jati diri siapa pelakunya bahwa kedua pelaku ini memiliki keterkaitan yaitu suami istri," kata Boy Rafli Amar dilokasi Gereja Katedral, Makassar, Senin, 29 Maret 2021

Penulis:

Baca Juga