Politisi Golkar Henry Indraguna Sebut di PTM Terbatas, Keselamatan Nomor Satu

AKURATNEWS - Mulai dilaksanakannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di sejumlah daerah, diyakini sebagai sebuah langkah penting dalam rangka menjaga kualitas pembelajaran anak Indonesia dan sekaligus menjaga mental anak Indonesia untuk kembali belajar setelah hampir 1,5 tahun siswa belajar secara online akibat pandemi Covid-19 yang belum usai.

Namun, tentunya guna mendukung pelaksanaan PTM Terbatas ini tetap harus menomorsatukan keselamatan peserta didik. Hal ini ditegaskan politisi Golkar yang juga pengacara Henry Indraguna merespon dimulainya PTM di sejumlah wilayah seiring penurunan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke level tiga, dua dan satu di beberapa daerah.

Henry menyatakan, dirinya mendukung langkah pemerintah melangsungkan PTM Terbatas di sejumlah daerah, selama PTM Terbatas itu dilaksanakan dengan mengedepankan keselamatan para peserta.

"PTM terbatas penting dilakukan dalam upaya menekan risiko learning loss. Tapi perlu ditekankan bahwa dalam pelaksanaannya, jangan sampai membahayakan para peserta didik atau malah menimbulkan cluster baru penularan Covid," kata anggota Dewan Pakar Partai Golkar ini di Jakarta, baru-baru ini

Ia mengatakan, pemerintah sudah memberikan persyaratan ketat bagi sekolah yang akan melaksanakan PTM Terbatas, sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

"Baik itu protokol kesehatan hingga infrastruktur untuk mendukung aktivitas belajar mengajar dapat berlangsung tanpa menempatkan para peserta didik dalam posisi rentan. Karena mungkin saja para siswa tersebut tidak menunjukkan gejala tapi menjadi pembawa virus atau ditularkan oleh pemangku kepentingan sekolah lainnya, seperti guru atau staf sekolah," ujar Henry.

Henry yang juga Tenaga Ahli DPR ini juga mengingatkan kepada para orang tua peserta didik juga harus memahami persiapan apa saja yang perlu dilakukan untuk mendukung kegiatan PTM Terbatas ini.

"PTM Terbatas ini bukan masa dimana orang tua melepaskan anaknya begitu saja karena sudah lelah mendampingi proses belajar secara daring. Tapi, harus melihat bahwa ada potensi paparan saat mereka berkumpul dengan temannya. Sehingga penting bagi para orang tua untuk berperan aktif dalam memastikan bahwa anak-anak benar-benar siap dalam mengikuti PTM Terbatas," tegasnya.

Ia berharap, bagi anak usia remaja, hal ini mampu membangun kesadaran bahwa masa PTM Terbatas itu adalah untuk mengejar ketertinggalan materi pendidikan. Bukannya malah menjadi wadah anak untuk berkumpul tanpa mempedulikan protokol kesehatan.

"Saya mendukung PTM Terbatas selama pelaksanaannya tetap memprioritaskan keselamatan insan pendidikan, baik guru maupun murid. Pelaksanaannya mengedepankan kehati-hatian dan protokol kesehatan yang ketat dan instansi pendidikan harus memenuhi syarat SKB 4 Menteri tentang Pembelajaran di Tengah Pandemi," tegas Vice President Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini.

Ia menguraikan bahwa PTM Terbatas ini akan menghindarkan anak dari beberapa dampak negatif akibat masa panjang pandemi.

"PTM Terbatas ini akan menghindarkan siswa dari potensi putus sekolah. Karena, pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang tidak optimal membuat anak terpaksa bekerja dan tidak belajar, terutama untuk membantu keuangan keluarga di tengah krisis pandemi," ungkap Henry.

Selain itu, PTM Terbatas akan menghindarkan anak dari potensi penurunan capaian belajar anak. Pembelajaran di kelas diyakini dapat menghasilkan pencapaian akademik yang lebih baik jika dibandingkan dengan PJJ.

"Dan PTM Terbatas ini akan menghindarkan anak dari adanya gangguan psikososial atau kondisi individu mencakup aspek psikis dan sosial pada anak selama PJJ," pungkas Ketua Pengurus Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957 ini.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga