Politisi PDIP: Ini Kenyataan, Ekonomi Indonesia Hancur

Effendi Simbolon. (Foto Istimewa).

Jakarta, Akuratnews.com - Kinerja tim ekonomi pemerintahan Jokowi-Jk dianggap buruk dan harus dirombak total pada Kabinet Jokowi periode dua ini. Hal itu dikatakan oleh Politikus PDI Perjuangan, Effendi Simbolon.

Effendi mengaku prihatin dengan kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Menurut dia, persoalan utamanya ada pada Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Dan wacana mempertahankan Sri Mulyani tetap menjadi menteri keuangan di Kabinet Jokowi periode dua dianggap Effendi sangat memprihatinkan.

“Tim ekonomi masih mau dipertahankan. Waduuh… Ini kepentingan yang punya uang saja diperhatikan, Eropa, Amerika, dan Singapura sana. Mempertahankan Sri Mulyani sama saja kita mempertahankan kita di bawah belenggunya rentenir itu. Itu harus di bongkar. Kita bongkar dia kok di zaman SBY,” kata dia di Gedung DPR, Jakarta, seperti dikutip situs nasional, Kamis (15/8/2019).

Menurut dia, salah satu masalah besar Indonesia saat ini adalah Ketergantungan pada pinjaman Ujung-ujungnya akan menjadi bom waktu bagi negara dan paling memprihatinkan akan menyengsarakan rakyat. “Ketergantungan kita pada pinjam-meminjam itu sangat luar biasa. Harusnya ketergantungan kita kepada rakyat, yang bisa kita gali dari rakyat kita sendiri,” kata dia.

Maka itu, dia meminta agar Jokowi lebih cermat lagi mengangkat tim ekonomi pada periode keduanya. Ini karena harapan terbesar rakyat kepada Jokowi adalah kesejahteraan.

“Jadi, menurut saya, yang dikoreksi itu harusnya ekonomi kita. Biaya mencapai 5 persen itu sangat luar biasa. Berapa triliun uang kita berputar. Berapa banyak kemudian yang dihambur hamburkan oleh para koruptor. Ini bukan memalukan, ini memprihatinkan,” ucapnya.

“Ini bukan mengkritik pak Jokowi. Ini kenyataan pak. Ekonomi kita hancur, kita mati semua,” lanjutnya.

Dia mengusulkan agar orang yang diberi tanggung jawab di bidang ekonomi haruslah orang yang memiliki komitmen tinggi. Salah satunya, meningkatkan perekonomian Indonesia ke angka 7 persen. “Artinya, ini yang dibenahi. Ini berkaitan harkat orang banyak. Ekonomi pak. Benahi semua untuk memastikan sampai ke 7 persen,” tandasnya.*

Penulis: Hugeng Widodo
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga