Polri Amankan 49 Tersangka Pencurian Pasca Bencana Gempa dan Tsunami

Setyo Wasisto saat menghadiri diskusi "Bersatu Untuk Sulteng" di Kemkominfo, Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2018). Foto: Rahmi/Akuratnews.com
Setyo Wasisto saat menghadiri diskusi "Bersatu Untuk Sulteng" di Kemkominfo, Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2018). Foto: Rahmi/Akuratnews.com

Jakarta, Akuratnews.com - Kepala Divisi Humas Polri Irjen. Pol. Drs. Setyo Wasisto mengatakan, pasca terjadinya bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (28/9), personil Polri berhasil mengamankan masyarakat yang telah melakukan pelanggaran hukum.

Ia menyebutkan, sebanyak 49 orang telah diamankan sebagai tersangka kasus pencurian disaat bencana. Sebagaimana tertuang dalam pasal 363 KUHP tentang pasal pencurian dengan pemberatan.

"Sebanyak 28 orang tersangka di Mall Tatura, 7 tersangka di ATM Center Peubungo, 7 tersangka di gudang PT Adira Finance, 7 tersangka di butik Anjungan Nusantara, 2 tersangka di Grand Mall, dan 4 tersangka di ATM Center Jalan S. Parman," ujar Setyo dalam diskusi "Bersatu untuk Sulteng", di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2018).

Setyo menjabarkan Barang Bukti yang berhasil diamankan dari para tersangka. Diantaranya perangkat audio (sound system), monitor LCD, mesin pencetak atau printer, amplifier, linggis, betel, obeng, sepeda motor, pendingin ruangan (AC), kunci T, kunci inggris, palu, slang, botol, kompresor AC, dispenser, mikrofon, satu karung sepatu, serta satu dus pakaian dan celana.

"Saat ini para tersangka ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tengah dan Satuan Reserse Kriminal Polresta Palu dan sudah dilakukan penahanan," tukasnya. (Rhm)

Penulis:

Baca Juga