Ponpes Darussalam Depok Hangus Terbakar

Depok, Akuratnews - Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam di Kelurahan Cilangkap, Tapos, Kota Depok terbakar. Besarnya kobaran api akhirnya membakar empat ruang asrama santri pria dan satu lokal bangunan guru pengajar beserta isinya. Kebakaran terjadi pada Senin (1/10/2018) malam.

"Kobaran api terlihat dari bagian atap bangunan asrama pria dan membuat panik para santri yang memang sedang tidur. Kejadiannya sekitar jam setengah sebelas malam tadi," kata salah seorang guru pengajar Ponpes Darussalam, Ustadz Kasyaful Anwar, pada Akuratnews di lokasi Ponpes, usai api padam, Selasa (2/9/2018) dini hari.

Menurutnya, seluruh barang milik santri dan inventaris Ponpes ikut ludes dilalap besarnya kobaran api. Kebakaran juga turut menghanguskan satu unit bangunan guru pengajar yang letaknya bersebelahan dengan ruang asrama pria.

"Semua barang perabotan seperti lemari, tempat tidur, kasur serta buku - buku pelajaran yang ada dalam seluruh ruangan itu ikut terbakar semua," jelas Kasyaful, usai api berhasil padam sekitar pukul 00:30 wib.

Akibat kebakaran, lima unit bangunan Ponpes Darussalam yang baru selesai renovasi itu mengalami kerugian sekitar Rp.100 juta. "Lima unit bangunan itu baru selesai di renovasi. Total biayanya menghabiskan sekitar Rp. 100 juta dari dana swadaya Ponpes," ujar Ustadz Kasyaful.

Kepala Komandan Regu Unit Pelayanan Teknis (Danru UPT) Tapos, Agus Irawan mengatakan ada 9 unit truck Pemadam Kebakaran yang dikerahkan dari 4 wilayah tugas berbeda. Dari UPT Tapos, ada 3 unit truck Damkar kapasitas 4000 liter air. Satu unit truck diantaranya isi 1000 liter air.

Selain UPT Tapos, Cimanggis dan Mako Kota Kembang masing - masing kirimkan dua unit truck Damkar. Sedangkan satu unit kapasitas 8000 liter juga di datangkan dari posko Walikota Depok.

"Api akhirnya bisa kami padamkan sekitar dua jam hingga pukul 00:30 wib tadi, " kata Agung yang juga anggota UPT Damkar Tapos.

Dari informasi yang didapat, selain jumlah kerugian yang ditaksir capai Rp.100 juta, usai kebakaran ada sekitar dua orang santri yang sempat mendapat pertolongan medis lantaran alami sesak nafas akibat menghirup asap saat ikut berjibaku padamkan kobaran api. Saat itu santri sempat dilarikan ke Rumah Sakit. (Eko)

Penulis:

Baca Juga