Ponpes Rehabilitasi Kecanduan Game Online Hadir di Ciamis

Ciamis, Akuratnews.com - Semakin maraknya kecanduan game online belakangan ini adalah fakta yang tak terbantahkan.

Dan kini, tempat rehabilitasi kecanduan game online ini mulai dibuka di beberapa klinik psikiater dan pondok pesantren (ponpes) di Indonesia.

Ponpes yang menangani masalah ini dikhususkan menanganani rehabilitasi mental remaja.

Salah satunya adalah Pondok Pesantren Nurul Firdaus. Ponpes ini kini membuka tempat rehabilitasi kecanduan game online. Sebelumnya, ponpes ini sudah lama melayani rehabilitasi pecandu narkoba.

Ponpes yang beralamat di dusun Panoongan RT 19/RW 06, Desa Kertaraharja, Kecamatan  Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ini kini mulai dibanjiri santri yang khusus merehabilitasi kecanduan game. Mereka berasal dari beberapa daerah di Indonesia dan bahkan ada yang dari luar negeri.

Pengasuh Ponpes Nurul Firdaus, Dr. Gumilar, S.Pd.,MM menjelaskan, santri yang direhabilitasi kecanduan game online cenderung memiliki perilaku yang tidak wajar. Bagi mereka, bermain game online adalah segala-galanya.

“Mereka kadang lupa melakukan tugas utamanya, misalnya bekerja atau belajar. Lebih parah lagi, mereka lupa merawat dirinya sendiri,” ujarnya.

Karena kecanduan itu, akhirnya mereka jadi lupa mandi, makan dan bahkan tidur.

Menurut Gumilar, dalam buku guideline ahli jiwa se dunia edisi terbaru, kecanduan game onlineterdapat pada Section III – Condition for Further Study.

Artinya, kondisi kecanduannya membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk menyusun kriteria diagnosis gangguan ini.

“Mereka yang mengalami kecanduan game online mengalami preokupasi atau pilkirannya terpusat pada suatu fokus dalam waktu lama,” ujar Gumilar.

Apabila tidak bermain game online, orang yang sudah kecanduan akan muncul kecemasan dan kegelisahan. Bahkan dia akan kehilangan minat terhadap aktivitas lain.

“Dampak lainnya akan membuat hubungan sosialnya buruk, terutama di lingkungan keluarga maupun di lingkungan komunitasnya seperti sekolah atau pekerjaan,” imbuhnya.

Lanjut Gumilar, dari sebuah hasil studi pun menyebutkan adanya aktivitas pada bagian otak tertentu yang dipacu oleh game online. Hal itu sama persis seperti seorang pecandu yang terpapar zat yang disalahgunakannya.

Santri kecanduan game online yang direhabilitasi di Ponpes Nurul Firdaus ini akan mendapatkan layanan psikoterapi.

Bahkan juga santri pun diberi layanan pengobatan farmakoterapi untuk mengurangi tingkat adiksi dan dampak yang dialami.

Dalam menangani kasus kacanduan ini terdapat tiga jenis terapi yang digunakan Ponpes Nurul Firdaus.

Diantaranya dengan metoda Cognitive Behavior Therapy (CBT), Motivational Interview (MI) dan Terapi Perilaku.

Tak hanya itu, santri kecanduan game online ini juga diberikan materi keislaman dan metode penyembuhan secara Islam.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi
Photographer: Ilustrasi

Baca Juga