Positif Covid-19, Satu ABK Asal Filipina Meninggal Dunia di Cilacap

Kapal yang berlayar dari India berlabuh di Cilacap, Jawa Tengah. Dari 20 ABK, 13 di antaranya positif Covid-19.
Kapal yang berlayar dari India berlabuh di Cilacap, Jawa Tengah. Dari 20 ABK, 13 di antaranya positif Covid-19.

AKURATNEWS - Sebanyak 14 anak buah kapal (ABK) berbendera asing yang hendak membongkar muatan di Pelabuhan Tanjung Intan, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah, positif terjangkit Covid-19.

Namun, Satu dari 14 ABK asal Filipina yang kapalnya dari India dan masuk ke Cilacap, dilaporkan meninggal dunia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap Farid Maruf dalam jumpa pers diruang kerjanya mengatakan, pasien berinisial DRQ meninggal dunia saat dalam perawatan di rumah sakit, Selasa 11 Mei 2021 dini hari.

"Saat ini sedang dikoordinasikan dengan agen kapal, Kedutaan Besar Indonesia dan pihak keluarga, apakah akan dimakamkan di Indonesia atau jenazah di kremasi kemudian abunya di bawa ke FIlipina," tegas Farid.

Sebab berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No.424/MENKES/SK/IV/tahun 2007 tentang Pedoman Upaya Kesehatan Pelabuhan.

Dan dalam rangka Karantina Kesehatan, maka jenazah yang meninggal karena penyakit menular tidak dapat dibawa keluar dari wilayah Republik Indonesia.

"Jadi karena ini maka dikoordinasikan," tegas Sekda.

Lebih lanjut, Farid mengatakan, pada tanggal 5 Mei 3021 pasien mengalami penurunan kondisi dengan keluhan sesak nafas dan saturasi oksigen menurun.

Pasien kemudian dipindah ke ruang ICU Covid-19 Amarilis untuk mendapatkan penatalaksanaan lebih intensif.

"Pada tanggal 7 Mei 2021 pasien dipindahkan ke ruang ICU sentral, karena mengalami sesak napas yang semakin memberat. Tanda-tanda vital mulai tidak stabil dan muncul tanda-tanda gagal napas," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah kapal MV Hilma Bulker yang diawaki 20 ABK sandar di dermaga Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap pada 25 April lalu.

Setelah sandar di Dermaga IV Tanjung Intan, Kapal MV Hilma Bulker ini dengan status Ijin Karantina Terbatas dalam arti ABK tetap berada di atas kapal dan tidak boleh turun.

Demikian pula untuk orang yang dari luar dilarang naik ke kapal tanpa kepentingan yang mendesak serta ijin dari pihak yang berwenang.

Karena diketahui, MV Hilma Bulker ini mengangkut gula rafinasi ini India.***

Penulis: Redaksi

Baca Juga